Psikolog: Berasal dari Keluarga Broken Home Bukan Alasan Anak Berbuat Nakal

Psikolog Patricia Elfira Vinny mengatakan diamankannya delapan anak jalanan oleh Satpol PP Kota Pontianak

Psikolog: Berasal dari Keluarga Broken Home Bukan Alasan Anak Berbuat Nakal
TRIBUNPONTIANAK/ANESH VIDUKA
Psikolog klinis RSJD Sungai Bangkong, Pontianak, Kalimantan Barat, Patricia Elfira Vinny. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Psikolog Patricia Elfira Vinny mengatakan diamankannya delapan anak jalanan oleh Satpol PP Kota Pontianak dan para remaja tanggung ini kebanyakan besal dari keluarga yang broken home.

"Sebetulnya menurut saya, tidak semestinya broken home menjadi alasan seorang remaja bertindak melebihi batas wajar misalnya menjadi anak nakal dan berkeliaran dijalanan," ujarnya.

Mereka bisa saja menjadikan masalah yang mereka hadapi sebagai motivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengisi kegiatan sehari hari dengan kegiatan yang positif.

Baca: Kisah Korban Selamat KM Sinar Bangun! Ngaku Dihampiri Sosok Wanita di Tengah Danau

Untuk lingkungan sekitar mereka , kemungkinan bisa mengadakan kegiatan positif yang ditujukan kepada mereka.

"Sangat diperlukan jiwa keperdulian dari setiap masyarakat yang berada disekitar mereka yang menjadi korban keluarga broken home," tuturnya.

Masyarakat tentu dapat melibatkan mereka dalam kegiatan masyarakat, semisalnya gotong royong atau bersih bersih lingkungan, sehingga ada kegiatan positif yang mereka lakukan dan tidak menjadi anak jalanan atau berbuat negatif lainnya.

Pemerintah bisa saja mengambil keputusan untuk memfasilitasi mereka dalam memberikan kegiatan, sekarang kan sudah ada rumah baca, mungkin mereka bisa diajak untuk bergabung dalam kegiatan rumah baca.

Membimbing dan memberikan perhatian yang mereka butuhkan agar kelak mereka menjadi pribadi lebih bertanggung jawab setidaknya untuk diri mereka sendiri.

"Membimbingnya bisa dilakukan dengan mengajak anak anak tersebut melakukan hal-hal yang positif, misalnya salat atau menjalankan kewajiban agamanya, kemudian diberikan keterampilan sehingga kluar dari PLAT atau pembinaan dapat melakulan hal yang bermanfaat lagi," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved