Pilkada Kalbar
Anpri Serukan Bersatu untuk Pilkada Damai, Cerdas, dan Bermartabat
Aliansi Perdamaian dan Transformasi (Anpri) Kalbar menyampaikan seruan jelang Pilkada pada 27 Juni mendatang.
Penulis: Dian Lestari | Editor: Marpina Sindika Wulandari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dian Lestari
TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Aliansi Perdamaian dan Transformasi (Anpri) Kalbar menyampaikan seruan jelang Pilkada pada 27 Juni mendatang. Anpri menyerukan kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat, agar bersatu untuk Pilkada damai, cerdas, dan bermartabat.
"Seruan ini disampaikan, mengingat warga Kalbar memiliki pengalaman kelam dalam konflik-konflik SARA di masa silam, dan pastinya bersepakat bahwa pengalaman itu tidak layak terulang kembali," kata Krissusandi Gunui', aktivis Anpri, usai pertemuan dengan para anggota dan jaringan Anpri, di Institut Dayakologi, Jl Budi Utomo, Jumat (22/06/2018).
Anpri mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Kalbar, untuk mengelola dengan baik dan bijak isu-isu yang simpang siur dan menolak cara-cara kekerasan verbal, fisik maupun tertulis dalam merespon persoalan di tengah masyarakat agar situasi kondisi Kalbar kondusif, sejuk dan bersahabat dalam keberagaman.
Mengingatkan semua pihak yang berkepentingan dan terlibat langsung dalam proses PILKADA untuk menjaga situasi kondisi yang kondusif selama proses Pilkada 2018, menahan diri dari politik SARA, dan turut merawat demokrasi yang bermartabat demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhinneka tunggal ika.
"Anpri mendukung aparat keamanan dan lembaga terkait, dalam menjamin keselamatan jiwa raga setiap penduduk dan siapa pun yang berpotensi sebagai korban," kata Krissusandi Gunui'.
Anpri meminta kepada semua pihak, kepada tokoh masyarakat mulai dari tingkat RT/RW, kampung, Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga Pusat untuk tetap menjaga sikap menerima perbedaan (multikultur) sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, saling menghargai, menghormati, bertoleransi, memberikan solusi dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah yang muncul.
Anpri mengimbau lembaga negara yang berwenang, khususnya jajaran penyelenggara Pemilu 2018 mulai dari tingkat RT/RW, Kampung, Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga Pusat serta aparat keamanan agar mengedepankan prinsip kemanusiaan, solidaritas, mediasi dan musyawarah dalam menyelesaikan masalah terkait secara konstruktif dan transparan.
Anpri meminta kepada media cetak, elektronik, dan online untuk mengutamakan jurnalisme damai dan independen sehingga dapat menghindari pemberitaan isu yang bersifat provokatif yang mengarah pada konflik SARA di Kalbar.
Anpri merupakan aliansi multipihak yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman, menghargai hak-hak berserikat, dan Hak Asasi Manusia serta menghormati seluruh perbedaan dalam bingkai Kebhinekaan.