Kabid Linmas Satpol PP Imbau Warga Berhati-hati Dengan Listrik Hingga Bahaya Kebakaran

Kabid Linmas Satpol PP Pontianak, Sumardi menuturkan memang angka kebakaran permukiman warga setiap tahunnya cenderung naik.

Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Kabid Linmas Satpol PP Kota Pontianak,  Sumardi.  

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan data yang ada di bagian pemadaman Kota Pontianak yang kini berada di bawah naungan Satpol PP, angka kebakaran setiap tahunnya memang cenderung meningkat beberapa tahun terakhir ini.

Walapun dari 2015 ke 2016 sempat menurun, tapi tahun berikutnya angka kebakaran kembali naik.

Baca: Kebakaran Hebat Hanguskan Satu Unit Rumah Jalan Cendana

Baca: Rumah Pensiunan Damkar Kota Pontianak Ludes Terbakar di Jalan Cendana

Kebakaran permukaan maupun ruko di Kota Pontianak sejak 2010 ada 47 kasus, 2011 ada 52 kasus, 2012 ada 46 kasus, 2013 ada 48 kasus, 2014 ada 70 kasus, 2015 ada 94 kasus, 2016 ada 66 kasus, 2017 ada 72 kasus dan untuk 2018 ini sudah sekitar 20 kasus kebakaran yang terjadi di Kota Pontianak.

Kabid Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Pontianak, Sumardi menuturkan memang angka kebakaran permukiman warga setiap tahunnya cenderung naik. Kemudian penyebabnya banyak faktor mulai dari kesalahan manusia sampai konsleting listrik.

Baca: Kebijakan Yang Akan Dilakukan Ketiga Paslon Wali Kota Pontianak Turunkan Angka Pengangguran

"Selama ini faktor utama kebakaran itu adalah human error atau akibat kelalaian manusia itu sendiri dan adanya konsleting listrik," ucap Sumardi.

Tingginya angka kebakaran di Kota Pontianak, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan instalasi listrik yang ada dirumah masing-masing.

Untuk penggunaan kabel listrik dalam periode tertentu instalasi listrik dirumah harusnya diganti dan diperbaharui.

Selama ini kabel listrik menjadi masalah, banyak warga tak menggunakan kabel SNI. Kemudian banyak warga yang lupa juga mencabut barang-barang elektroniknya sehingga menyebabkan konslet arus pendek.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved