Kapolri Sebut Lima Terduga Teroris yang Ditangkap di Lampung Pengikut Jaringan JAD

Saya selalu sampaikan setiap kesempatan yang bermain (membuat teror) ini kelompok JAD,

Editor: Jamadin
kolase Jabar
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian 

Ia berharap terjalin kerja sama antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komponen masyarakat lainnya sebagai upaya kontra radikalisme.

"Serangan teroris telah banyak menyebkan korban jiwa. Contohnya di Mako Brimob, kemudian Surabaya, termasuk di Pekanbaru, Riau.

Serangan itu menjadi bukti bahwa tindakan teror adalah jalan yang salah dan telah mencederai rasa kemanusiaan, bahkan termasuk anak-anak tidak berdosa menjadi korban," ucapnya.

Untuk itu, Hadi mengajak semua pihak, TNI-Polri, alim ulama, tokoh masyarakat untuk bersatu memerangi teroris.

"Kita tidak boleh takut. Dan, karena radikalisme masih tumbuh, maka kita umat Muslim beserta seluruh komponen masyarakat harus membendung pengaruh radikal yang bisa memicu aksi-aksi teroris," kata Hadi.

Salah Memahami.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mengatakan, aksi-aksi teror terjadi akibat ada kesalahpahaman dalam memaknai kata jihad.

Pemahamam jihad diartikan dengan pemahaman yang distorsif karena dimaknai dengan perang.

Jihad dalam waktu perang memang ada, namun suasana saat ini dalam suasana damai.

Dengan begitu, sambung Ma'ruf, jihad dalam kondisi saat ini sebenarnya bermakna ishlahan atau perbaikan-perbaikan.

"Jihad tidak semata-mata perang. Saat ini jihad dimaknai perbaikan-perbaikan, misalnya menghilangkan kebodohan-kebodohan, memberantas kemiskinan. Itu juga bagian jihad," tegas Ma'ruf.

Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana memastikan akan terus memberikan keamanan di masyarakat.

Bahkan, setelah adanya penemuan empat bom di kampus Universitas Riau akhir pekan lalu, Polda Lampung mulai memberi perhatian khusus terhdap lingkungan kampus.

"Potensi ancaman teroris bisa terjadi di mana saja. Karena itu, kejadian di Riau, di kampus itu menjadi perhatian kami sekarang ini," kata Suntana, Senin.

Sebagai langkah antisipasi, Kapolda mengaku sudah menghubungi rektor-rektor yang ada di Lampung. Ia mengajak para rektor berpartisipasi menjaga keamanan di lingkungan kampus. 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved