10 Hal Misterius yang Ada di Dalam Air, Mulai Dari Pemakaman Hingga Kota yang Tenggelam
Bawah laut menyimpan banyak misteri, meski tenang ternyata banyak hal yang tak kita ketahui berada di dalam laut.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Tri Pandito Wibowo
Karena penutup esnya biasanya berlangsung hingga Juni, astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional khawatir melihat area melingkar yang sangat besar dari es tipis dekat ujung selatan danau pada bulan April 2009.
Ada juga hal lain di atas kapal selam punggungan yang membagi danau.
Meskipun asal usul lingkaran ini adalah misteri, pola yang berbeda akan menunjukkan bahwa air hangat dibawa ke permukaan.
Baca: Foto-foto Sejumlah Warga Bersantai di Taman Untan untuk Ngabuburit Nunggu Buka Puasa
6. Stonehenge dari Danau Michigan

Meskipun Stonehenge di Inggris adalah salah satu monumen batu bersejarah paling terkenal di dunia, tapi itu tak termasuk unik.
Pengaturan batu serupa telah ditemukan di seluruh dunia.
Pada tahun 2007 ketika mensurvei bagian bawah Danau Michigan dengan sonar, tim arkeolog bawah laut menemukan serangkaian batu selaras dalam lingkaran 40 kaki (12 m) di bawah permukaan.
Salah satu batu itu juga tampaknya memiliki ukiran mastodon, binatang yang telah punah selama 10, 000 tahun.
Baca: Waaaah Selamat Ya! 4 Zodiak Ini Bernasib Baik di Bulan Juni
7. Kota Bawah Laut Kuba

Serangkaian struktur terendam yang ditemukan di lepas pantai Kuba pada tahun 2001 menangkap imajinasi para arkeolog, peneliti, dan pemburu Atlantis di seluruh dunia.
Ditemukan oleh perusahaan yang melakukan survei, gambar sonar telah menunjukkan struktur simetris dan geometris yang mencakup area seluas 200 ha (hampir 2 km persegi) pada kedalaman antara 2.000 dan 2.460 kaki (± 700 m).
Skeptis percaya situs ini terlalu dalam untuk dibuat manusia karena diperkirakan struktur ini berasal dari 50.000 tahun.
Baca: BEM Fisip Untan Gelar Dialog Kebangsaan, Antusias Peserta Luar Biasa
8. Monumen Yonaguni Jepang

Sejak penemuannya pada tahun 1987, Monumen Yonaguni di lepas pantai Jepang telah menjadi bahan perdebatan antara para ilmuwan, arkeolog dan sarjana.
Banyak pendukung mengklaim bahwa situs itu alami tetapi mungkin telah dimodifikasi oleh tangan manusia seperti teras yang dipenuhi batu-batu dari Sacsayhuaman.