Opini
Indikasi Terjangkitnya Demam Berdarah serta Cara Penanganannya
Penyakit DBD atau DHF disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes egypti dan Aedes Albopictus.
Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, angka kematian dan kasus DBD setiap tahunnya meningkat. Penyakit ini jika dibiarkan akan sangat menimbulkan korban yang lebih banyak lagi. Berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan untuk mengurangi kasus penyakit DBD sudah dilakukan baik dari pemerintah maupun dari masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan atau mengurngi angka kasus penyakit DBD yaitu dengan memanfaatkan senyawa aktif yang berperan dalam tanaman.
Tanaman yang mengandung senyawa aktif yang baik untuk pengobatan demam berdarah. Menurut Rahayu dan Tjitraresmi(2016), tanaman pepaya dapat digunakan dalam pengobatan demam berdarah karena memiliki kemampuan untuk meningkatkan jumlah trombosit, dimana penderita demam berdarah mengalami penurunan jumlah trombosit sampai <100.000 sel/mm3.
Menurut penelitian Patil (2013), ekstrak dari daun papaya terbukti mampu meningkatkan jumlah trombosit dan menurunkan waktu pembekuaan darah pada tikus trombositopenia yang diinduksi oleh siklofosfamid. Daun pepaya mengandung alkaloid termasuk karpain, pseudocarpain dan dehidrokarpain I dan II yang mana dapat beraksi pada sumsum tulang sehingga mencegah penghancurannya dan meningkatkan produki platelet.
Ekstrak daun papaya juga terbukti dapat meningkatkan trombosit dan sel darah merah pada mencit (Dharmarathana et al, 2013), serta dapat meningkatkan sel darah putih dan neutrophil secara klinis melalui pengujian pada pasien terinfeksi demam berdarah dua kali sehari selama lima hari berturut-turut (Ahmad et al, 2011). Peningkatan trombosit ini memicu berkurangnya kejadian pendarahan sehingga dapat mengurangi keparahan demam berdarah (Kadir et al, 2013).
Beberapa penelitian berhasil menunjukkan bahwa ekstrak daun papaya mengandung senyawa aktif yang bisa digunakan untuk meningkatkan trombosit pada penderita demam berdarah. Oleh karena itu, daun pepaya bisa dimanfaatkan menjadi alternatif yang dapat meningkatkan trombosit.
Daun pepaya dalam bentuk jus juga bisa memicu meningkatnya kecepatan produksi trombosit (Subenthiran et al,2005). Melalui pengujian yang dilakukan oleh Shentilvel (2013) ditemukan bahwa senyawa flavonoid quercetin dalam daun pepaya merupakan zat antivirus yang memiliki stabilitas dan interaksi ligan-enzim terhadap NS2B-NS3 serin protease pada virus DEN2 sehingga mampu menghambat mekanisme perakitan virus demam berdarah serotype 2 yaitu virus DEN2 (Senthilvel,dkk.,2013).
Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa tanaman pepaya terbukti memiliki manfaat yang beragam salah satunya meningkatkan trombosit pada penderita demam berdarah dengan memanfaatkan ekstrak daunnya baik dijadikan kapsul maupun dalam bentuk jus daun pepaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sasa-widianti_20180528_110029.jpg)