Penemuan Mayat
Suami Gantung Diri Usai Bunuh dan Buang Jasad Istri ke Sungai! Terungkap Fakta Mengejutkan
Kemudian jika ada undangan dari para tetangga, maka korban pasti akan menghadirinya meski pun sudah sangat terlambat.
Pantauan Tribunpontianak.co.id di rumah duka, pada Kamis (24/5/2018) sehari setelah kejadian, terlihat sepi.
Bahkan terlihat sekeliling rumah itu dipasang garis police line oleh polisi. Sehingga warga atau siapa pun dilarang masuk ke area itu, termasuk di halaman rumah.
Sebelumnya, pada Rabu (23/5/2018) pagi, sekitar pukul 10.00, warga dihebohkan dengan penemuan mayat Lilis yang mengapung di Muara Sungai Pawan.
Kondisi tangan dan kakinya terikat dan digantung batu pada tubuhnya.
Selang beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 15.00, warga kembali dihebohkan penemuan mayat laki-laki tergantung.
Ternyata korban ini merupakan Ayong, suami Lilis, yang nekat mengakhiri hidupnya setelah mengetahui istrinya ditemukan meninggal itu.
Jejak Kasus
Sebelumnya, Kapolres Ketapang AKBP Sunario telah memastikan Ayung alias Ayong (50) adalah pembunuh Lilis (47), istrinya.
Mayat yang ditemukan mengambang di aliran Sungai Pawan pada Rabu (23/5/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, dalam kondisi tangan dan kaki terikat, kepala dibungkus kain dan diberi pemberat, Ayung merupakan suami dari Lilis.
Berselang enam jam setelah penemuan Lilis, polisi menemukan jasad Ayung tewas tergantung di rumah mereka di Desa Sukabangun Dalam, Kabupaten Ketapang.
"Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan hasilnya Ayung lah yang menghabisi nyawa istrinya. Ini kita kuatkan dengan barang bukti yang kita temukan di lokasi kejadian," ujar Kapolres Ketapang AKBP Sunario kepada Tribun melalui telepon, Rabu (23/5/2018) malam.
Pemeriksaan intensif, jelas Sunario, dilakukan terhadap tiga anak korban.
"Ada tiga anaknya. Satu kelas dua SMP, yang satu kelas dua SD dan yang ketiga usia dua tahun. Memang pengakuan anak pertama, ibu dan bapaknya kerap berkelahi, cekcok mulut," papar Sunario.
Pada Selasa (22/5/2018) sekitar pukul 03.00 WIB, anak korban melihat ibu dan bapaknya menonton televisi di rumah mereka.
"Saat sahur, dia tidak lagi bertemu dengan bapak dan ibunya. Ibu dan bapaknya memang tidak ada seharian," lanjutnya. (*)
Like Tribun Pontianak Interaktif on Facebook: