Layanan Therapeutic Feeding Center Penting Untung Tangani Gizi Buruk

Menurutnya keberadaan TFC ini sangatlah penting, terutama dalam memberikan layanan perbaikan gizi balita dengan gizi buruk.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek saat mengunjungi Desa Durian Kabupaten Kubu Raya, Selasa (17/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani mengatakan layanan Therapeutic Feeding Center (TFC) di Kubu Raya, satu-satunya berada di Puskesmas Sungai Durian. Dimana Layanan ini menurutnya telah ada sejak tahun 1999 silam.

"TFC KKR hanya di Sungai Durian, ini mulai dibangun dan memberikan layanan sejak tahun 1999. Walaupun pelayanan secara kontinyu pada tahun 2005 hingga sekarang," ujarnya, Selasa (17/4/2018).

Baca: Kehadiran Menteri Kesehatan Juga Bakal Tinjau Puskesmas Perbatasan

Ia mengatakan kehadiran menteri kesehatan sangat mengapresiasi penanganan gizi buruk yang ada di Kubu Raya.

"Ibu menteri dan dinas sangat Apresiasi terhadap pelayanan Puskesmas Sungai Durian dengan kunjungan rawat jalan hariannya, rata-rata 150 kunjungan. Terutama penanganan pasien gizi buruk termasuk stunting melalui yang pada kesempatan tersebut dihadirkan 2 orang siswa SD alumni TFC Sungai Durian," lanjutnya.

Baca: Menteri Kesehatan Kunjungi Puskesmas Sungai Durian, Ini Yang Dilakukannya

Menurutnya keberadaan TFC ini sangatlah penting, terutama dalam memberikan layanan perbaikan gizi balita dengan gizi buruk.

"Fungsi TFC adalah memberikan layanan perbaikan status gizi balita dengan gizi buruk atau stunting, melalui solusi secara integrasi dan pemberdayaan. Setiap pasien, tergantung kondisi status gizinya, dirawat selama beberapa hari sampai beberapa minggu secara bersama-sama dengan ortunya terutama ibunya," ungkapnya.

Dimana dalam masa perawatan diakuinya, ibu dan keluarga pasien diajarkan cara mengolah dan menyiapkan makanan atau menu keluarga yang bergizi seimbang. Bahkan setelah pasien keluar dari puskesmas, pihak Puskesmas terus melakukan pemantauan.

"Bahkan setelah pasien pulang pun masih dilakukan pemantauan oleh Petugas Puskesmas bersama Kader Kesehatan. Termasuk pemantauan kemajuan status gizi dan prestasi di sekolahnya, Kami juga koordinasi dengan pihak sekolah tempat pasien tersebut menerima pendidikan mulai dari PAUD," tutupnya.(ian)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved