Masalah Ini Kerap Ditemui Ketika Registrasi Kartu Perdana
Proses registrasi kartu melalui NIK Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) juga masih menemui kendala.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Salah seorang pelaku usaha counter Damindo, Oki mengakui saat ini penjualan kartu-kartu perdana ponsel seluler alami penurunan dari hari ke hari, terutama kartu perdana kuota internet.
“Memang beberapa hari ini, penjualan kartu perdana di counter saya berkurang,” ujarnya kepada awak media usai aksi damai penolakan aturan pembatasan 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk 3 kartu perdana di Kantor DPRD Kalbar, Senin (2/4/2018) siang.
Ia mengakui saat ini para pembeli merasa tidak leluasa dalam membeli paket kuota.
Baca: Aksi Bakar Kartu Perdana di Kantor DPRD Kalbar
Sebab, biasanya diakui para pelanggannya lebih suka melakukan gonta-ganti kartu perdana kuota internet.
“Karena kalau gonta-ganti kan lebih murah. Itu tergantung selera konsumen juga. Sejauh ini saya belum ada kerugian karena kartu perdana persediaan saya masih dalam keadaan aktif,” terang pemilik counter di kawasan Jalan Sungai Raya Dalam ini.
Oki mengakui untuk proses registrasi kartu melalui NIK Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) juga masih menemui kendala. Pasalnya, masih banyak masyarakat belum mempunyai KTP atau KK.
“Selain itu, ketika registrasi NIK yang benar dan sesuai. Tapi, sistemnya nolak karena dianggap salah dan tidak valid. Ini jadi kendala kita. Kan ada batasnya tu, lima kali kalau gagal berarti harus ke Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil. Kalau begitu sih ribet lah. Tolong dipikirkan kebijakan ini,” tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/salah-seorang-pelaku-usaha-counter-damindo-oki_20180402_195743.jpg)