Biaya Listrik PLN Ketapang Dinilai Sangat Mahal

Satu di antara warga pemilik rumah itu, PO mengeluhkan biaya listrik PLN tersebut sangat mahal.

Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Terkait satu KWH listrik PLN untuk 38 rumah warga di Dusun Gurapjaya Desa Sukamulya Kecamatan Singkup.

Satu di antara warga pemilik rumah itu, PO mengeluhkan biaya listrik PLN tersebut sangat mahal.

Lantaran ia hanya menggunakan beberapa lampu dan satu televisi tanpa ada peralatan elektonik lainnya.

Baca: Warga di Ketapang Ini Khawatir Gunakan Listrik, Satu KWH Listrik PLN Untuk 38 Rumah

Tapi pembayaran untuk listrik tiap bulannya lebih Rp 100 ribu bahkan pernah Rp 165 ribu. Pada hal televisi pun menurutnya jarang hidup karena jika dihidupkan maka listrik di rumahnya padam.

Bahkan jika menjelang malam sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.00 listrik di rumahnya selalu padam.

Baca: Hari Terakhir Seleksi Paskibra Sintang, Hanya Segini yang Bakal Lolos!

"Kita bayar listrik ini tiap bulan mahal, lebih Rp 100 ribu. Pada hal tidak ada kulkas, mesin cuci dan lainnya. Televisi tiap kali mau dihidupkan listriknya mati terus," kata PO kepada awak media saat ditemui di rumahnya belum lama ini.

Ia mengungkapkan biaya listrik PLN Ketapang ini lebih mahal ketika mereka menggunakan listrik desa. Lantaran ketika listrik desa itu ia hanya diminta biaya Rp 150 ribu tiap bulan. Tapi listrik desa tersebut hidup siang dan malam jarang sekali mati.

Ketika itu juga ia bisa menghidupkan televisinya tanpa menyebabkan liatrik di rumahnya padam. "Jadi kalau sekarang rasanya semakin susah saja. Sudah listriknya sering mati dan tak bisa menghidupkan televisi. Tapi kita tiap bulan harus bayar mahal juga," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved