Pesona Alam Raja Ampat

Wisatawan Kagum Indahnya Pemandangan Alam Wai Funu

Sepanjang perjalanan menuju kawasan tersebut, wisatawan akan dibuat berdecak kagum dengan suguhan pemandangan alam nan indah.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TITO RAMADHANI
Wisatawan saat berada di bibir pantai kecil Wai Funu, Raja Ampat, Senin (12/2/2018). Keindahan pemandangan kawasan ini dapat di lihat dari ketinggian puncak pulau. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, RAJA AMPAT - Rombongan jurnalis peserta Media Gathering Telkomsel Pamasuka 2018, melanjutkan trip menuju destinasi wisata Wai Funu yang hanya beberapa menit dari Teluk Kabui.

Sepanjang perjalanan menuju kawasan tersebut, wisatawan akan dibuat berdecak kagum dengan suguhan pemandangan alam nan indah.

Satu di antara local guide Raja Ampat, Simson (31) mengungkapkan, selain Piaynemo yang selama ini dikenal luas sebagai objek wisata unggulan Raja Ampat.

Wai Funu juga tak kalah menariknya dikunjungi wisatawan yang datang di kepala burung pulau Papua ini.

"Spot terakhir kunjungan kita di hari pertama ini di Wai Funu, Wai Funu itu artinya Air Raja," ungkapnya di sela-sela mendampingi peserta Media Gathering Telkomsel Pamasuka 2018 di speedboat Aurel, Senin (12/2/2018).

(Baca: Yuk Intip Keindahan Alam Teluk Kabui Raja Ampat, Tonton Videonya )

Mendekati kawasan Wai Funu, kami mulai disambut lanskap gugusan pulau-pulau kecil bertebing batu karst.

Dari kejauhan, sudah terlihat speedboat rombongan lain telah merapat di bibir pantai kecil di atas hijaunya air laut Wai Funu.

Pepohonan kelapa tampak berbaris di sekitar pantai kecil itu, sungguh indah dilihat.

Setelah memijakkan kaki di pasir putih pantai tersebut, kami melihat-lihat sejenak pemandangan di sekitar.

Ada beberapa yang mengabadikan momen di spot-spot yang menarik. Jurnalis yang lebih awal tiba, lantas mulai naik sebuah gugusan pulau.

Ada anak tangga yang telah disediakan, namun untuk mencapai puncaknya, harus mendaki jalan setapak dengan memegang tali hingga ke puncak. Ini lantaran anak-anak tangga yang dibuat, tidak sampai di puncak gugusan pulau itu.

Untuk dapat mendaki, bagi wisatawan yang phobia ketinggian atau pun lansia sangat tidak disarankan. 

(Baca: Ratusan Generasi Zaman Now Simak Tips Motivator Muda Nomor 1 di Indonesia )

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved