Pilkada Kalbar

Kebingungan Salurakan Hak Pilih, Mahasiswa Dari Daerah Minta Ada Solusi

Dia mengaku khawatir tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak di Kapuas Hulu ketika pelaksanaan pemilihan pada tanggal 27 Juni mendatang.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Madrosid
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memasuki tahun politik sejumlah daerah mengadakan pemilihan kepala daerah serentak, Kalbar sendiri akan menentukan pemimpin untuk provinsi yang menaungi 14 kabupaten/kota.

Bagi masyarakat untuk menyalurkan hak pilih, harus terdaftar di TPS sesuai dengan alamat yang tertera di KTP Elektronik yang menjadi rujukan KPU agar masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya.

Baca: Kapolres Sambangi Korban Hangus Terbakar, Ungkap Kronologi Hingga Ditemukan Tewas

Namun sayang, tidak semua masyarakat Kalbar bisa berada di daerah masing-masing ketika pemilihan dilaksanankan. Baik itu karena menempuh pendidikan di kota yang berbeda maupun karena bekerja.

Seperti yang diungkapkan oleh ketua asrama pemuda mahasiswa Kapuas Hulu di Kota Pontianak, Julius Ambo.

Dia mengaku khawatir tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak di Kapuas Hulu ketika pelaksanaan pemilihan pada tanggal 27 Juni mendatang.

"Agak khawatir juga tidak bisa menyampaikan hak pilih karena domisili di KTP elektronik kan di Kapuas Hulu, bukan di sini. Sementara 27 Juni itu belum tentu sudah ada di sana," katanya saat ditemui di Asrama Pemuda Kapuas Hulu yang terletak di Jalan Perdana, Kamis (15/2/2018).

Sementara itu biaya untuk pulang ke Kapuas Hulu tidak sedikit, karena itu dia berharap KPU bisa memberikan sosialisasi jika kendala seperti ini bisa diatasi.

Baca: Pemkot Kerjasama Dengan Yayasan Bhakti Suci Meriahkan Cap Go Meh di Pontianak

Mahasiswa Fakultas Ekonomi, jurusan Akuntansi, Universitas Tanjungpura ini mengaku belum mengetahui sama sekali jika pihak KPU memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tidak tinggal di domisili yang sebenarnya.

"Kalau memang bisa memilih meski tidak di tempat asal sesuai dengan KTP Elektronik, kita berharap agar pihak berwenang bisa memberikan informasi. Setidaknya beri pengumuman melalui media cetak, atau sosial media karena itu yang paling mudah diakses," paparnya.

Dia merasa sosialisasi agar informasi mengenai cara menyalurkan hak pilih penting untuk dilakukan agar tidak jumlah golput bisa berkurang sehingga suara benar-benar terpakai.

follow instagram @tribunpontianak:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved