Maut Kebakaran Lahan

Kapolres Sambangi Korban Hangus Terbakar, Ungkap Kronologi Hingga Ditemukan Tewas

Berdasarkan informasi yang didapat, korban atas nama Hendriyanto ini pamit kepada keluarga untuk pergi ke kebun untuk membersihkan lahan kebun

Kapolres Sambangi Korban Hangus Terbakar, Ungkap Kronologi Hingga Ditemukan Tewas
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Kurniawan bersama anggota sambangi keluarga korban yang hangus terbakar 

Laporan Wartawan Tribun Potianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Kurniawan yang menyempatkan diri melihat langsung korban terbakar di Desa Gunung 9 mengatakan, turut prihatin dan berbelasungkawa.

Berdasarkan informasi yang didapat, korban atas nama Hendriyanto ini pamit kepada keluarga untuk pergi ke kebun untuk membersihkan lahan kebun mereka yang terdapat banyak bambu.

Baca: BREAKING NEWS: Kebakaran Lahan, Seorang Warga Kayong Ditemukan Sudah Gosong

"Korban Hendriyanto, profesi sebagai nelayan, anak 2 orang, sebelum kejadian pamit kepada istri akan pergi menengok kebun durian yang bersangkutan, yang ada di tkp tersebut. Sesampai di tkp yang bersangkutan membersihkan lahan berupa tanaman bambu-bambu, kemudian setelah melakukan pembersihan, bekas-bekas yang sudah dibersihkan dibakar oleh yang bersangkutan, "tutur Kapolres Kayong Utara, Kamis (15/2/2018).

Dari dugaan sementara, dikatakan Kapolres, korban membakar sampah-sampah bambu untuk dibakar, namun karena cuaca panas dan angin kencang, api cepat menyebar dan membesar sehingga korban diduga terjebak dan kondisi lemas karena asap yang banyak menyebabkan korban meninggal dan terbakar di lahan tersebut.

Baca: Driver Ojek Online ini Bertemu Ratu Maxima Kerajaan Belanda

" Dugaan sementara karena besarnya api dan asap yang ditimbulkan, yang bersangkutan oleh kebakaran tersebut berimbas pada kondisinya. Pada saat kejadian pertama kali yang menemukan ada dua orang ibu-ibu, yang salah satunya ibu ani yang sedang mencari kayu bakar,"terangnya.

Setelah korban dievakuasi dikatakan AKBP Arief Kurniawan, pihak keluarga tidak mau untuk dilakukan visum, namun dari pihak kepolisian tetap menghimbau untuk dilakukan visum agar diketahui sebab korban meninggal dunia.

follow instagram @tribunpontianak:

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved