Fakta Terkuak Siswa Pukul Guru Hingga Tewas, Dari Kronologis Hingga Hasil Visum Bikin Merinding

Merasa tidak terima dengan tindakan sang guru, HI melah melakukan perlawanan dengan melayangkan pukulan ke tengkuk leher Budi.

Fakta Terkuak Siswa Pukul Guru Hingga Tewas, Dari Kronologis Hingga Hasil Visum Bikin Merinding
Kolase/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Sementara itu, Kapolres Sampang, Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Wardiman mengaku tidak tahu jika pelaku memiliki ilmu bela diri.

Bisa saja foto-foto yang beredar karena aksi iseng.

Budi sendiri belum melihat foto-foto aksi korban dalam ilmu bela diri.

"Kalau pelaku punya ilmu bela diri tentunya dibuktikan dengan tropi-tropi atau piagam penghargaan dalam sebuah kejuaraan," tuturnya.

Menyerahkan Diri Bukan Ditangkap Polisi

Sementara itu, HI ternyata memang menyerahkan diri usai mendapatkan kabar sang guru yang dia pukul itu tewas.

Hal ini diungkapkan Kakak kandung pelaku, Su'ud. Sang kakak juga menepis tudingan bahwa adik bungsunya punya ilmu bela diri.

Jika ada aksi dalam foto-foto yang sudah tersebar melalui media sosial, mungkin adiknya hanya senang mengoleksi kostum pencak silat.

"Setahu saya adik saya tak punya ilmu bela diri. Dia hanya senang olahraga futsal," ujar Su'ud seperti dilansir dari surya.co.id.

Kasus Ini Harus Dituntaskan

Dalam cuitan di akun Twitter pribadi, Saiful Rachman bertekat akan menuntaskan kasus penganiayaan siswa kepada gurunya di SMA Tarjon, Sampang.

Baginya ini persoalan sangat serius dan harus ditindaklanjuti secara hukum.

Sang Kepala Dindik Jatim juga mencolek akun resmi Kemendikbud RI serta Pemprov Jatim di Twitter.

Dijelaskan, kronologis penganiayaan guru Ahmad Budi Cahyono yang dipukuli muridnya di dalam kelas ini bermula saat belajar mengajar tersebut, siswa yang bernama HI itu membuat gaduh dan terus mengganggu teman-teman sekelasnya yang juga mengikuti pelajaran.

Selaku pengajar, Budi pun sempat mengingatkan Holili untuk berhenti membuat kegaduhan.

Budi memberi peringatan akan mencoret HI dengan cat lukis jika yang bersangkutan tak berhenti mengganggu teman-temannya.

Tak kunjung mengindahkan seruan tersebut, Budi pun mencoretkan cat lukis ke pipi Holili menggunakan kuas yang digunakan praktik saat itu.

Merasa tidak terima dengan tindakan sang guru, HI melah melakukan perlawanan dengan melayangkan pukulan ke tengkuk leher Budi.

Akhirnya dilerai oleh para guru dan siswa yang ada sana.

Setelah kejadian, Budi pun kembali ke ruangan guru, dan tidak terlihat ada rasa sakit yang dideritanya.

Bahkan, saat ditanya oleh kepala sekolah, sang guru menyatakan tidak ada masalah apa-apa.

Budi pulang dari sekolah dengan mengendarai sepeda motornya seperti biasa.

Sempat beredar jika guru yang bersangkutan dicegal HI, namun pihak sekolah dengan tegas membantah kabar itu.

Ketika sampai di rumah sang guru pun langsung beristirahat.

Selang beberapa saat, Budi sempat mengeluh kepada istrinya trekait rasa nyeri yang dialaminya, sebelum akhirnya dia jatuh pingsan.

Keluarga pun berinisiatif membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Sampang.

Namun, sesampainya di sana, dokter di RS Sampang menyatakan tidak mampu menangani dan harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo.

Sesampainya di RSUD Dr. Soetomo, Budi langsung dirawat di Instalasi Gawat Darurat.

Sampai pada pukul 21.00 WIB, nyawa korban dinyatakan tidak tertolong.

Setelah itu, kemudian dilakukan visum oleh pihak rumah sakit untuk mengetahui seberapa parah luka yang dialami korban.

Hasil Visum dari korban ditemukan ada memar di tengkuk leher, di dalam otaknya ada pendarahan, batang leher dan di otaknya juga kena
dan seluruh organ tubuhnya tidak berfungsi.

Fakta-fakta menarik tentang almarhum Budi Guru IDOLA

1. Masih Berstatus Honorer

Ternyata, Budi merupakan guru yang masih berstatus honorer dengan gaji Rp 600.000 sebulan.

2. Mengajar Seni Rupa

Sang guru yang mengajar di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, mengajar mata pelajaran Seni Rupa di kelas 9 tentang seni lukis.

Kendati demikian Budi juga jago bermain musik.

3. Jadi Idola Para Siswa

Pak Guru muda ini dikenal jago bermain beberapa alat musik, termasuk biola, dan memiliki paras yang tampan.

"Dia guru idola para siswanya," ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim), Saiful Rachman.

Editor: Mirna Tribun
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved