Imbau ASN Jaga Netralitas Dalam Pilgub 2018, Sekda Sambas Akan Awasi Penggunaan Medsos
Menurut Uray Tajudin, sebaiknya dalam momentum Pilkada ini, silaturrahmi para ASN di Kabupaten Sambas semakin baik.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekda Kabupaten Sambas, Uray Tajudin menegaskan, oleh karena saat ini sudah dimulai tahapan politik. Dengan dibuktikan telah adanya kandidat yang melaksanakan pendaftaran sebagai Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar di KPU Kalbar, untuk mengikuti Pilgub Kalbar tahun 2018.
Ia selaku Pembina ASN di Kabupaten Sambas mengimbau kepada seluruh ASN, untuk menjaga netralitas dalam perhelatan pesta demokrasi ini.
Baca: Begini Kondisi Bayi Kembar Penderita Jantung Bocor Asal Tebas! Kisah Pilu Dibalik Tingkah Polos
"Saya selaku pembina ASN di Kabupaten Sambas, sudah menyampaikan pada saat apel di Kantor Bupati Sambas beberapa hari yang lalu. Saya sampaikan bahwa kita ASN harus menjaga netralitas kita, namun hak kita juga disitu ada. Hak kita ada, gunakanlah hak itu, jaga kebersamaan kita, jangan sampai dengan Pilkada ini, silaturrahmi di antara kita akan renggang," tegasnya, Minggu (14/1/2018).
Baca: Dana Tak Kunjung Ada, Operasi Alamsyah Bayi Kembar Penderita Jantung Bocor Harus Terkendala
Menurut Uray Tajudin, sebaiknya dalam momentum Pilkada ini, silaturrahmi para ASN di Kabupaten Sambas semakin baik.
Jika teridentifikasi dan terbukti ada ASN di Kabupaten Sambas yang melanggar aturan, Sekda menegaskan tidak akan segan untuk memberikan sanksi.
Baca: Kisah Sedih Bayi Kembar Asal Tebas, Derita Jantung Bocor Hingga Butuh Uluran Tangan
"Nah oleh sebab itu, ikuti aturan KPU yang sudah ada. Ikuti aturannya dan dicamkan benar-benar. Kalau memang ada ASN yang melanggar aturan, maka ASN tersebut harus berani menanggung resiko, kami sudah sampaikan itu. Sanksinya jelas, dalam peraturam KPU aturannya sudah jelas," jelasnya.
Uray Tajudin menerangkan, untuk menjadi dasar pengawasannya. Pemda Sambas akan menerbitkan surat edaran bagi seluruh ASN di Kabupaten Sambas.
Pengawasan bagi ASN, tidak hanya dalam aktifitas dan perilaku sehari-hari. Namun juga dipantau dari aktifitasnya dalam menggunakan media sosial.
"Terkait pengawasannya, kami nanti bahkan akan buat surat edaran untuk seluruh ASN. Pengawasannya termasuk dalam penggunaan media sosial (medsos), itu sudah sering kami imbau," terangnya.
Untuk itu, Sekda mengimbau agar sesama ASN yang berteman dalam medsos juga harus saling mengingatkan.
"Tapi masih ada saja yang ditemukan, mungkin karena emosional. Mereka mungkin siap dengan resiko yang akan mereka terima. Kalau kami dalam grup kami tetap kami pantau. Kalau ada yang ditemukan melanggar aturan, rekan-rekannya maupun adminnya pasti mengingatkan. Jangan begini, jangan begitu, itu ada pengawasannya dari kami. Tapi memang, kadang-kadang ada yang emosional itu muncul ya komentar-komentarnya," urainya.