Kisah Sedih Bayi Kembar Asal Tebas, Derita Jantung Bocor Hingga Butuh Uluran Tangan
Sumiati tak berpangku tangan, demi kesembuhan buah hatinya, ia mengaku telah membawa Alamsyah ke rumah sakit di Pontianak untuk dirawat.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Alamsyah, seorang bayi berusia 11 bulan warga Desa Matang Labong, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, menderita penyakit jantung bocor.
Penyakit jantung bocor ini, telah diderita Alamsyah sejak lahir.
Lantaran tak memiliki biaya, keluarganya kini hanya bisa menggantungkan harapan dari bantuan pemerintah, maupun para dermawan, agar Alamsyah dapat segera dioperasi.
Baca: Kondisi Terakhir Sejumlah Ruas Jalan di Kota Pontianak Akibat Banjir Hingga Pendirian Posko
Tak hanya menderita penyakit jantung bocor, Alamsyah juga menderita penyempitan pembuluh darah.
Alamsyah, merupakan bayi kembar. Saudara kembarnya, Alansyah dalam kondisi sehat dan bugar.

Kedua anak laki-laki ini, merupakan anak kembar dari pasangan Priyanto (43) dan Sumiati (35).
Kini, keduanya dalam pengasuhan sang Ibu.
Baca: Intensitas hujan Tinggi, BPBD Mempawah Minta Masyarakat Waspada
"Sudah pernah dibawa ke Jakarta, tapi baru CT Scan sama Rontgent, butuh 3 bulan baru bertemu dokternya. Kemarin bulan November 2017 ke sana, nanti datang kembali tanggal 19 Februari 2018, baru ketemu dokternya," ungkap Sumiati, Minggu (14/1/2018).
Menurut pihak keluarga, bayi Alamsyah memang lahir prematur, dan sudah kerap mengalami sakit-sakitan sejak kecil.
Namun pihak keluarga tak menyangka Alamsyah ternyata menderita kebocoran jantung.
"Sejak enam bulan lalu, kebocoran jantung yang diderita Alamsyah semakin parah," ujar Sumiati menahan tangis.
Sumiati tak berpangku tangan, demi kesembuhan buah hatinya, ia mengaku telah membawa Alamsyah ke rumah sakit di Pontianak untuk dirawat.