Kisah Sedih Bayi Kembar Asal Tebas, Derita Jantung Bocor Hingga Butuh Uluran Tangan

Sumiati tak berpangku tangan, demi kesembuhan buah hatinya, ia mengaku telah membawa Alamsyah ke rumah sakit di Pontianak untuk dirawat.

Kisah Sedih Bayi Kembar Asal Tebas, Derita Jantung Bocor Hingga Butuh Uluran Tangan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Alamsyah, seorang bayi berusia 11 bulan menderita jantung bocor saat dipangku ibunya, Sumiati di kediamannya di Desa Matang Labong, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Minggu (14/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Alamsyah, seorang bayi berusia 11 bulan warga Desa Matang Labong, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, menderita penyakit jantung bocor.

Penyakit jantung bocor ini, telah diderita Alamsyah sejak lahir.

Lantaran tak memiliki biaya, keluarganya kini hanya bisa menggantungkan harapan dari bantuan pemerintah, maupun para dermawan, agar Alamsyah dapat segera dioperasi.

Baca: Kondisi Terakhir Sejumlah Ruas Jalan di Kota Pontianak Akibat Banjir Hingga Pendirian Posko

Tak hanya menderita penyakit jantung bocor, Alamsyah juga menderita penyempitan pembuluh darah.

Alamsyah, merupakan bayi kembar. Saudara kembarnya, Alansyah dalam kondisi sehat dan bugar.

Alamsyah (kanan), seorang bayi berusia 11 bulan menderita jantung bocor saat bermain bersama adik kembarnya, Alansyah di kediamannya di Desa Matang Labong, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Minggu (14/1/2018).
Alamsyah (kanan), seorang bayi berusia 11 bulan menderita jantung bocor saat bermain bersama adik kembarnya, Alansyah di kediamannya di Desa Matang Labong, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Minggu (14/1/2018). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI)

Kedua anak laki-laki ini, merupakan anak kembar dari pasangan Priyanto (43) dan Sumiati (35).

Kini, keduanya dalam pengasuhan sang Ibu.

Baca: Intensitas hujan Tinggi, BPBD Mempawah Minta Masyarakat Waspada

Halaman
123
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help