Tidak Hanya Mengetahui Perbedaan Tapi Mengenali Persamaan

Dari berbagai paparan yang diberikan, dia mengaku mendapat banyak informasi. Terlebih mengenai keterkaitan sastra Melayu dan Dayak.

Tidak Hanya Mengetahui Perbedaan Tapi Mengenali Persamaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Peserta Dialog Borneo-Kalimantan XIII, Leni Rosalina, Kamis (28/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mengenakan pakaian adat Dayak, satu dari peserta Dialog Borneo - Kalimantan XIII, Leni Rosalina mengungkapkan diadakannya kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk mewujudkan kebersamaan dalam keberagaman khususnya di daerah Kalimantan Barat.

Mengusung tema keserumpunan dan keserantuan, acara ini menghadirkan pemakalah yang menyampaikan berbagai materi terkait bahasa, sastra, dan budaya Melayu di tiga daerah yang terlibat diskusi.

Dari berbagai paparan yang diberikan, dia mengaku mendapat banyak informasi. Terlebih mengenai keterkaitan sastra Melayu dan Dayak.

"Seperti tokoh cerita pak Alui, tokoh ini tidak hanya hidup dalam kisah-kisah orang Dayak, tapi juga di suku Melayu. Ternyata ada keterkaitan antara Melayu dan Dayak, dan jika digali akan bagus untuk pemahaman kita dalam menyikapi perbedaan," katanya, Kamis (28/12/2017).

Dia menilai kegiatan ini sangat positif, dan berharap ke depannya pemakalah yang ditampilkan tidak hanya membahas mengenai budaya Melayu, tapi juga budaya lain yang terdapat di Kalimantan Barat, yang memiliki kaitan dengan keserumpunan dan keserantauan.

"Menyikapi berbagai perbedaan dan seringnya terjadi gesekan dalam masyarakat kita, saya rasa penting untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang menggali buday, bahasa, dan sastra seperti yang dilaksanakan kali ini. Kita tidak hanya mengenali perbedaan kita, tapi jug mengetahui benang merah yang mengikat kita," pungkasnya.

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved