Wuih, Gas Elpiji 3 Kg di Sambas Sampai Rp 25 Ribu
Ini Dugaan Penyebab Kelangkaan Gas Elpiji 3kg Bersubsidi di Sambas...................
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Nasaruddin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita mengungkapkan, jelang perayaan Natal dan tahun baru, terjadi peningkatan permintaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Sambas.
"Hasil koordinasi kami dengan Pertamina kemarin, Pertamina sendiri memang menyiapkan 10 persen dari kebutuhan biasanya setiap bulan untuk disuplai menjelang natal dan tahun baru," ungkapnya, Rabu (20/12/2017).
Nisa menegaskan, hasil pantauan pihaknya tidak ada kenaikan harga gas elpiji subsidi di agen maupun pangkalan.
Menurut Nisa, padahal sebenarnya jika warga ingin mendapat harga yang benar-benar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), warga bisa mendapatkannya dengan membeli di pangkalan atau di agen.
"Karena sebenarnya indikasi penimbunan itu ada di warung-warung. Mereka menampung banyak di belakang dapurnya, dan mereka keluarkan di depan warungnya cuma 3 sampai 4 tabung saja. Sehingga mereka menaikkan harga," katanya.
"Di warung dekat rumah saja harganya Rp 25 ribu. Jadi ini artinya pasokan gas elpiji 3 kg bersubsidi di Kabupaten Sambas sebenarnya tidak langka, seperti biasa. Cuma masyarakat saja yang panik itu harganya sedang naik dan stoknya kurang, jadi seperti itu," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas bersama Satgas Pangan dan instansi terkait, menggelar operasi pasar jelang perayaan Natal tahun 2017 dan tahun baru 2018 di halaman Masjid Agung Babul Jannah, Jalan Gusti Hamzah, Rabu (20/12/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kabid-perdagangan_20171220_223340.jpg)