Penataan Kampung Beting Diyakini Berdampak Terhadap Kehidupan Sosial
Sukamto menjelaskan setiap pembangunan pasti akan memberikan dampak sosial terhadap lingkungan sekitarnya.
Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura, Sukamto menjelaskan setiap pembangunan pasti akan memberikan dampak sosial terhadap lingkungan sekitarnya.
"Dengan adanya pembangunan dan peningkatan kawasan pemukiman Kampung Beting ini pasti akan memberikan dampak terhadap kehidupan yang ada disekitarnya," ucapnya saat diwawancarai, Jumat (17/11/2017).
Sukamto menegaskan dalam program peningkatan kawasan pemukiman dan rehabilitasi kawasan cagar budaya seperti Masjid Jami tersebut penting kiranya memperhatikan lingkungannya. Dalam hal ini ia menerangkan lingkungan tidak hanya dalam bentuk fisik melainkan keadaan sosialnya.
"Perhatikan fisik maupun non fisik dan faktor penduduk lainnya atau pola-pola kehidupan masyarakat setempat. Sehingga tujuan pembangunan yang terintegrasi bisa memberikan dampak sosial yang lebih tepat sasaran," ujarnya.
(Baca: Pemugaran Kampung Beting dan Masjid Jami Harus Berdampak ke Warga Setempat )
Ia berharap pembangunan kawasan yang menggelontorkan dana Rp 89 miliar tersebut akan meningkatkan terhadap taraf hidup masyarakat sekitarnya.
"Saya yakin sedikit banyak, akan memberikan dampak sosial dari efek pembangunan tersebut," tambahnya.
Pemerintah diharapkannya membangunan secara bertahap, mungkin saat fokus pada pembangunan infrastruktur dan kedepan harus membangun pada sumber daya manusianya dan ditunjang dengan program lainnya.
Pembangunan Kampung Beting ini diyakininya akan memberikan dampak terhadap Pontianak Timur dan Kota Pontianak, tidak hanya hanya bagi kawasan Kampung Beting saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kawasan-beting_20170730_134821.jpg)