Miris! Jadi Maskot Kalbar, Nasib Rangkong Gading Justru Mengenaskan

hingga 2016, total 2.245 paruh rangkong gading berhasil disita dari perdagangan gelap di sejumlah negara

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Subdit Penerapan Konvensi Internasional, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati saat memberikan materi dalam konsultasi publik regional yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan Tim Penyusun Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Rangkong Gading, di Hotel Harris, Jalan Gajahmada Pontianak, Kamis (26/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan Tim Penyusun Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Rangkong Gading menggelar Konsultasi Publik Regional di Hotel Harris, Jalan Gajahmada Pontianak, Kamis (26/10/2017).

Meskipun status perlindungannya telah diatur secara ketat baik dalam kerangka hukum nasional maupun internasional melalui ClTES (Konvensl Perdagangan Internasional Spesies Tumbuhan dan Satwa Liar Terancam).

"Keberadaan populasi rangkong gading sebagai satwa yang dilindungi penuh justru terus menuju kepunahan," kata Kepala Subdit Penerapan Konvensi Internasional, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ratna Kusuma Sari, Kamis (26/10/2017).

(Baca: Bikin Merinding! Ajak Begituan, Ternyata Ini Satu Diantara Kode Kaum Gay Pontianak )

Investigasi Rangkong Indonesia dan Yayasan Titian yang didukung oleh Dana Konservasi Chester Zoo pada 2012, menyebutkan sekitar 6 ribu rangkong gading dewasa mati diambii kepalanya di Kalimantan Barat.

Dari data yang dihimpun KLHK bersama Rangkong Indonesia dan Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP), sepanjang 2011 hingga 2017, penegak hukum telah berhasil menyita 1.347 paruh rangkong gading.

(Baca: Pelepasan Kontingen MTQ, Ketua LPTQ: Paling Penting Menjaga Silaturahmi )

"Sementara, hingga 2016, total 2.245 paruh rangkong gading berhasil disita dari perdagangan gelap di sejumlah negara seperti Malaysia, Laos, China dan Amerika Serikat," bebernya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved