Tiongkok, Singapura dan Malaysia Negara Pemasok Terbesar Impor Kalbar, Ini Penjelasan BPS Sambas
Kepala BPS Sambas, Amad Badar mengungkapkan nilai ekspor Kalbar pada Agustus 2017 naik sebesar 24,24 persen dibanding Juli 2017
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
Jika dibandingkan periode Januari-Agustus 2017 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya, turun 6,39 persen.
Selanjutnya impor menurut golongan barang HS 2 digit.
Bahan Bakar Mineral (HS27), Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik (HS84), serta Bahan Kimia Anorganik (HS28) merupakan penyumbang impor terbesar Kalbar pada Agustus 2017.
Ketiga golongan barang tersebut menyumbang masing-masing 33,23 persen, 20,45 persen dan 15,11 persen dengan kontribusi 68,80 persen.
"Tiga golongan barang lainnya penyumbang impor Kalbar adalah Pupuk (HS31), Biji-bijian Berminyak (HS12), serta Produk Keramik (HS69) masing-masing menyumbang 7,16 persen, 4,64 persen dan 3,70 persen. Total nilai impor ketiganya menyumbang 15,49 persen atau US$ 4,06 juta," terangnya.
Dilihat dari peranan terhadap total impor Kalbar pada Agustus 2017, sepuluh golongan barang (HS 2 dijit) memberikan kontribusi 93,77 persen terhadap total nilai impor Kalbar.
Ditambahkannya, dari sisi pertumbuhan, impor sepuluh golongan barang tersebut naik 26,32 persen terhadap Juli 2017, yaitu US$ 19,45 juta menjadi US$ 24,57 juta.
"Untuk impor Kalbar menurut negara asal barang. Tiongkok, Singapura dan Malaysia merupakan tiga negara pemasok terbesar impor Kalbar pada Agustus 2017, yaitu masing-masing 42,32 persen, 34,01 persen dan 11,26 persen dengan kontribusi US$ 22,95 atau 87,58 persen dari keseluruhan nilai impor Kalbar," urainya.
Selain ketiga negara di atas, negara Asia lainnya pemasok impor berasal dari India, Jepang, Thailand dan Vietnam dengan total impor US$ 1,85 juta atau 7,08 persen.
"Sebagian besar impor Kalbar berasal dari Asia yaitu US$ 24,80 juta atau 94,66 persen, sedangkan kontribusi nilai impor berasal dari Negara Utama lainnya seperti Amerika Serikat dan Uzbekistan, US$ 1,04 juta atau sekitar 3,98 persen serta 1,36 persen berasal dari negara lainnya," sambungnya.