HUT Kota Pontianak

Banyak Belum Tahu, Ini Sejarah Berdirinya Tugu Digulis, Ceritanya Bikin Haru

Tugu Digulis, Sejarah Kelam yang Terlupakan. tugu yang merekam pergerakan politik di Kalimantan Barat.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Claudia Liberani
Tugu Digulis. 

Sebelas nama tokoh politik Kalimantan Barat tersebut adalah:

Achmad Marzuki, Achmad Su’ud bin Bilal Achmad, Gusti Djohan Idrus, Gusti Hamzah, Gusti Moehamad Situt Machmud, Gusti Soeloeng Lelanang, Jeranding Sari Sawang Amasundin.

Kemudian Haji Ris bin H. Aburahman, Moehammad Sohor, Moehammad Hambal atau yang dikenal dengan Bung Tambal, dan Moehammad SohordanYa’ Moehammad Sabran.

(Baca: Polsek Kelam Permai Gelar Pelatihan Public Speaking ke Bhabinkamtibmas )

Untuk mengenang jasa mereka maka pada tahun 1968 dibangunlah tugu yang berbentuk sebelas bambu runcing yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Soedjiman (1977-1988) bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 1987.

Selain diabadikan di sebuah tugu, nama mereka juga diabadikan menjadi nama jalan yang digunakan sampai sekarang.

Bagi orang yang mengetahui sejarah di balik tugu ini, memandang Tugu Digulis tidak sekadar memandang sebuah monumen bersejarah, tapi ada rekam jejak yang sata nilai di tiap tonggaknya yang runcing.

Bahwa pada suatu masa Kalimantan Barat pernah memiliki tokoh-tokoh politik yang gagasan dan idenya besar sehingga dianggap membahayakan suatu kekuasaan.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved