Citizen Reporter
Bupati Ketapang Ajak Warga Galakkan Menanam Ubi Kayu
Bupati Ketapang mengajak masyarakat menggalakkan tanaman ubi. Menggerakkan potensi perekonomian masyarakat.
Penulis: Subandi | Editor: Rizky Zulham
Citizen Reporter
Andy Candra
Humas dan Protokol Setda Ketapang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, Bupati Ketapang mengajak masyarakat menggalakkan tanaman ubi. Menggerakkan potensi perekonomian masyarakat.
Maka Senin (9/10) sore, Bupati Ketapang mengundang para camat dan kepala desa untuk sosialisasi pemanfaatan lahan, sekaligus menyaksikan penandatangan MoU dalam rangka pembinaan petani dan supply ubi kayu antara PT Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park (KEAFIP) dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Kehutanan Ketapang dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ketapang di pendopo Rumah Dinas Bupati Ketapang.
Pertemuan yang dipandu asisten II Setda Ketapang, H.Farhan SE, MSi tersebut dihadirkan Direktur PT Ketapang Ecology Yu Yiping dengan diterjamahkan oleh Office Director PT KEAFIP, Hans Saputra.
(Baca: DPRD Ketapang Setujui Perda APBD Perubahan Ketapang )
Dalam arahannya Bupati Ketapang, Martin Rantan menjelaskan lahan-lahan yang belum produktif dapat dimanfaatkan untuk menanam ubi kayu, dimana di daerah ini telah masuk investor dari Tiongkok yakni PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park.
Investor ini mendirikan pabrik dan berencana menanamkam investasi triliunan rupiah.
Salah satu bidang yang akan digarap adalah industri tepung tapioka, dan lem yang membutuhkan pasokan bahan baku dari ubi kayu.
Dalam menggerakkan potensi perekonomian, masyarakat dapat memanfaatkan peluang ini dengan menanam ubi kayu yang akan ditampung oleh perusahaan.
Teknis penanaman dan sebagainya, maka Bupati mempersilakan kepada pihak perusahaan langsung menjelaskan kepada para camat dan kades yang hadir di pendopo Bupati Ketapang.
Direktur PT Ketapang Ecology Yu Yiping dengan diterjamahkan oleh Office Director PT KEAFIP, Hans Saputra menerangkan bahwa 30 tahun lalu Kota Suzhou, tiongkok lebih kurang sama dengan kondisi Ketapang saat ini. Kehadiran perusahaannya berinvestasi di Ketapang, harapannya dapat mengembangkan Ketapang.
Dalam berinvestasi mereka akan fokus pada penananaman dan pengolahan.
Selanjutnya, dalam mencari lokasi investasi mereka sudah berada di Indonesia sejak tahun 2000. Namun, dari berbagai daerah yang mereka jajaki Kabupaten Ketapang dinilai memberikan pelayanan yang baik, serta dukungan kepala daerah yang begitu peduli menggerakkan potensio perekonomian masyarakat.
"Lahan disini cocok tanam jabon,Albasia, ubi kayu , padi,dan jagung, disini yang kita lihat bibit yang kurang bagus, maka kita ajak profesor dan tenaga ahli lakukan penelitian," ujarDirektur PT Ketapang Ecology Yu Yiping.
Dalam mengatasi persoalan bibit, pada lokasi perusahaan juga akan dibangun kawasan pembibitan seluas 30 hektar dengan investasi sekitar Rp 30 milyar. Selain itu mereka juga mengajak para tenaga ahli baik dari Indonesia maupun Tiongkok. Dalam meningkatkan kualitas
perkebunan kayu tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-ketapang-martin-rantan_20171009_205117.jpg)