Kepala Kantor Kemenag Sekadau Ajak Warga Jaga Kerukunan
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapat mengenai konflik Rohingya di Myanmar.
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau Darrohman, menuturkan keprihatiannya atas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar.
Namun ia juga meminta masyarakat agar mempercayakan pada negara karena tak hanya Indonesia negara lain pun tidak tinggal diam dengan terjadinya konflik tersebut.
“Dalam konteks rasa kemanusiaan tentu sangat-sangat prihatin. Namun dalam menyikapinya masyarakat Indonesia, khususnya Sekadau tidak harus reaktif, karena ada negara. Percayakan pada negara. Negara melalui diplomasi pasti berupaya. Saya rasa bukan hanya Indonesia tapi bangsa lainnya,” ujarnya Jumat (15/9/2017).
Untuk itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapat mengenai konflik Rohingya di Myanmar, terutama melalui media sosial.
(Baca: Gojek Ikut LPBI NU Galang Dana untuk Rohingya )
Darrohman juga mewanti-wanti agar konflik yang terjadi di negara lain tidak merembet ke Indonesia. Dalam hubungan persaudaraan, kata dia, tentu ada rasa simpati dan empati hanya saja jangan sampai larut dalam masalah tersebut.
Hal ini tentunya menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia, ditengah kemajemukannya agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Harus berhati-hati, apalagi menyikapi berita hoax. Pahami dan telaah informasinya terlebih dahulu jangan justru menambah permasalahan baru,” pesannya.
Sehingga, kata Darrohman, yang perlu dijaga oleh masyarakat adalah konflik tersebut jangan sampai terjadi di Indonesia. Ia pun mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan dan berdoa untuk umat mana saja yang sedang mengalami konflik.
“Mudah-mudahan konflik yang terjadi cepat reda dan pulih. Mudah-mudahan Myanmar secepatnya memulihkan kejadian kemanusiaan tersebut,” harapnya.
Sementara itu Ketua GP Ansor Kabupaten Sekadau Muhyi Sidiq mengatakan, pihaknya mengutuk tragedi kemanusiaan etnis Rohingya di Myanmar.
Untuk itu, ia juga mengajak semua pihak menyatukan hati, tekad, semangat dan usaha turut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
“Jangan sampai konflik tersebut dijadikan propaganda. Tugas kita semua memberi kontribusi positif, bukan menjadikan konflik sebagai pemicu konflik baru,” tegasnya.
Selain itu, kata dia, masyarakat perlu mewaspadai ujaran kebencian, permusuhan dan persekusi terhadap minoritas.
Ia mengatakan, informasi yang didapat jangan sampai ditelan mentah-mentah tanpa mengetahui kebenarannya. “Mari jaga kerukunan umat beragama di Indonesia,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-kantor-kementerian-agama-kabupaten-sekadau-darohman_20170915_190004.jpg)