75 Persen Kasus Kejahatan Terungkap dari Proses Identifikasi Sidik Jari
Untuk kasus-kasus memang sekitar 75 persen karena tujuan dari pengungkapan sidik jari ini membantu kasus tindak pidana.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dantim Pusinafis Bareskrim Polri, Kombes Pol Yayat Ruhiyat mengatakan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus melalui identifikasi sidik jari sekitar 75 persen.
Hal ini ia sampaikan usai Kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Kemampuan Fungsi Identifikasi Jajaran Polda Kalbar Tahun 2017 di Ruang Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Kamis (14/9/2017) siang.
"Untuk kasus-kasus memang sekitar 75 persen karena tujuan dari pengungkapan sidik jari ini membantu kasus tindak pidana, bencana alam, dan juga kasus besar," jelasnya.
(Baca: Jajaran Polda Kalbar Dapat Pelatihan dan Uji Kompetensi Kemampuan Fungsi Identifikasi )
Seperti yang terjadi selama ini ada kasus terorisme di beberapa wilayah salah satunya terungkap dari sidik jari.
Pihaknya saat ini melakukan pengembangan kemampuan atau keahlian identifikasi terhadap anggota di Polda-Polda, salah satunya Polda Kalbar.
"Sehingga jangan sampai dalam proses penyelidikan, anggota menggunakan dan mengedepankan kepada pengakuan. Saat ini kan harus didukung dengan alat bukti ataupun bukti ilmiah. Makanya sidik jari memerlukan keahlian khusus," jelasnya.
Selain itu, saat ini kerjasama dengan Jepang juga bantuan-bantuan diberikan seperti peralatan olah TKP sudah banyak termasuk bahan kimia terhadap kepolisian kita dalam pengembangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dantim-pusinafis-bareskrim-polri-kombes-pol-yayat-ruhiyat_20170914_160045.jpg)