Nilai Kenaikan Tunjangan Dewan Disaat Tidak Tepat, Ini Kata Pengamat

Syarif Usmulyadi menyampaikan bahwa kenaikan tunjangan dewan dinilai kurang tepat karena bertentangan dengan fundamental ekonomi Indonesia

Tayang:

Namun sebenarnya jika gaji rendah, tapi komitmen bekerja untuk masyarakat tinggi, korupsi tidak akan dilakukan.

Bahkan korupsi yang terjadi di Indonesia, bukan dilakukan orang yang tidak berduit.

"Contohnya Akil Mohtar kemudian Setya Novanto, sudah kaya raya tapi masih juga korupsi. Korupsi adalah soal etika dan moral anggota legislatif. Tidak ada hubungan langsung dengan kenaikan tunjangan," pungkasnya. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved