3 dari 4 Pasien yang Pakai BPJS Merasa tidak Puas Terhadap Pelayanan RS Pemerintah
Paparan itu disampaikannya saat media breafing terkait hasil penelitian implementasi jaminan kesehatan di Kota Pontianak, Senin (11/9/2017).
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hasil penelitian Gemawan terhadap kepuasan pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kota Pontianak, didapatkan tiga dari empat pasien yang mereka dampingi di RS Pemerintah milik Provinsi Kalbar merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit.
Selain itu, dipaparkan juga oleh Sri Haryanti yang merupakan pihak Gemawan, kalau ketidak puasan ini karena apabila menggunakan BPJS pelayanan menjadi lama dibandingkan dengan pasien umum lainnya.
(Baca: Hasil Penelitian Gemawan: Ada Diskriminatif Pelayanan Antara Pasien Umum dan Pasien BPJS )
Paparan itu disampaikannya saat media breafing terkait hasil penelitian implementasi jaminan kesehatan di Kota Pontianak, Senin (11/9/2017).
Bahkan satu dari empat pasien yang didampingi merasa kurang puas atas pelayanan yang diberikan karena masih harus menebus obat diluar dengan harga yang cukup tinggi.
Berbanding terbalik dengan pelayanan di RS milik pemerintah provinsi, hasil penelitian Gemawan kalau dua dari dua pasien yang mereka dampingi di Puskesmas sudah merasa puas dengan pelayanan yabg diberikan karena sesuai dengan harapan.
"Dua dari dua pasien yang didampingi di Puskesmas, sudah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan," ucapnya.
Ditambahkannya juga bahwa dua dari total keseluruhan pasien yang didampingi merasa beruntung menjadi peserta BPJS kesehatan karena apabila tidak menjadi peserta kemungkinan tidak bisa membiayai pengobatan yang cukup besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/saat-sri-haryanti_20170911_134337.jpg)