Hasil Olahan Masyarakat Hiasi Stan SP3AMD di Pulau Datuk
Barang-barang ini sudah kita daftarkan di Bumdes Mart, jadi kalaupun mereka dari luar berminat kita sudah siap
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak Muhammad Fauzi
TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (SP3AMD) melalui stan pameran yang di buka sejak Sabtu (19/8) di kawasan Pantai Pulau Datok menampilkan beberapa barang hasil olahan masyarakat, seperti amplang, kopi, dan kerupuk ikan.
Kasi Pengembangan Kaswasan Pedesaan Muhammad Safi'i mengatakan beberapa produk hasil olahan home industri ini merupakan hasil olahan dari kawasan perdesaan, yang diakuinya ada 2 Desa, yaitu di Kecamatan Simpang Hilir dan Kecamatan Teluk Batang.
"Inikan prodak yang kita tampilkan dikawasan perdesaan. kita disini ada kawasan perdesaan di Kecamatan Simpang Hilir dan Kecamatan Teluk Batang. hasil kawasan perdesaan inilah muncul produk di kawasan perdesaan, seperti amplang, kopi jahe, kerupuk, dan macam-macam lah dari home industri mereka," terang Safi'i, Selasa (22/8/2017).
Baca: Diduga Mabuk, Warga Desa Ujung Pinang Tewas Kecelakaan
Beberapa waktu lalu pun diakuinya, pada kegiatan di Jakarta beberapa hasil olahan masyarakat, khususnya amplang laris manis diserbu pengunjung, hal ini menunjukan peminat diluar sana cukup tinggi.
"Kemarin kegiatan di Tamrin City kegiatan prukades kita sudah membawa amplang ini, dan alhamdulillah minat masyarakat disana cukup tinggi, dalam 1 hari sudah habis. awalnya kita hanya untuk mengenalkan tapi barang bawaan kita suda habis disana. Barang-barang ini sudah kita daftarkan di Bumdes Mart, jadi kalaupun mereka dari luar berminat kita sudah siap, dan pesanan jumlah besar kita sudah siap," tegasnya.
Diakuinya, untuk segi pemasaran memang pihaknya sedikit mengalami kesulitan, namun setiap kegiatan resmi baik tingkat Kabupaten, Provinsi hingga pusat pihaknya selalu membawa hasil olahan masyarakat untuk di perkenalkan kepada masyarakat luas.
"Pemasaran sudah sampai di Ketapang, Pontianak, dari bahan baku kita tidak ada masalah cuma kita terhambat di pemasaran, makanya setiap kegiatan diluar kita selalu bawa barang-barang ini," tuturnya.