Suriansyah: Program Ekspor Jagung Terlambat
Selain kesepakatan ekspor beras, Kalbar bakal kembali menyepakati untuk mengekspor jagung ke negeri jiran.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Pertanian (Kementan) RI, tengah menggulirkan program percepatan pengembangan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan (LPBE-WP) Kalbar.
Enam kabupaten akan menjadi prioritas dimulainya pengembangan LPBE-WP di Kalbar, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sintang, Kapuas Hulu, Sanggau, dan Landak.
Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah, menyambut baik program percepatan pengembangan LPBE-WP di Kalbar tersebut.
Selain kesepakatan ekspor beras, Kalbar bakal kembali menyepakati untuk mengekspor jagung ke negeri jiran.
Baca: Kalbar Daerah Wabah Rabies, Status Tanggap Darurat Ditetapkan
"Jadi Kalbar ini memang punya potensi yang sangat besar di bidang pertanian, terutama pertanian tanaman pangan. Setelah padi, jagung," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung DPRD Kalbar, Jalan Ahmad Yani Pontianak, Kamis (3/8/2017).
Suriansyah menilai, upaya menjadikan Kalbar sebagai kawasan LPBE-WP ini sebetulnya terlambat.
"Pemerintah terlambat menetapkan Kalbar sebagai lumbung pangan, khususnya jagung. Karena itu seharusnya bisa dilakukan dari dulu," ucapnya.
Ia mengatakan, tanaman pangan jenis jagung memiliki kesesuaian untuk ditanam di wilayah Kalbar, baik itu di tanah mineral maupun lahan gambut.
Ia melanjutkan, di samping kesesuaian lahan, potensi ekspor jagung dari Kalbar ke Malaysia sangat dimungkinkan sejak dulu. Sebab, lahan pertanian yang dimiliki Kalbar sangat luas.
"Dari hampir 15 juta hektare luas Kalbar, lahan untuk tanaman pangan dan cadangan lahan itu sangat banyak," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wakil-ketua-dprd-kalbar-suriansyah_20170803_152608.jpg)