Sri Arini Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi dengan Leher Tergorok
Kita yang mendapat laporan dari keluarganya langsung turun melakukan olah TKP bersama petugas Identifikasi Polres dan Puskesmas
“Seharusnya diautopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Tapi kata polisi, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi,” katanya.
Sosok Periang
Meninggalnya Ni Nengah Sri Arini membuat kerabat dan teman-temannya kaget.
Mereka tidak menyangka Nengah Sri Arini yang dikenal berwatak periang, tewas diduga bunuh diri.
Ni Komang Kartini, pegawai TU di SDN 3 Gunaksa mengatakan, meskipun belum genap setahun mengenal sosok Nengah Sri Arini, ia menilai guru wali kelas IV di SDN 3 Gunaksa tersebut merupakan sosok yang periang dan mudah bergaul.
“Ibu sangat baik sekali. Saya bahkan sering dibayari (saat makan) nasi, karena beliau tahu saya pegawai honorer yang gajinya kecil. Kalau di sekolah beliau setahu saya tidak ada masalah. Dia sangat baik,” ujar Ni Komang Kartini
Hal serupa juga diungkapkan Bendesa Gunaksa, I Wayan Mardana.
Menurutnya Mardana, selama ini Ni Nengah Sri Arini merupakan sosok yang sangat aktif bermasyarakat.
Kehidupan rumah tangga Sri Arini juga selalu harmonis dan tidak pernah ada masalah dengan siapa pun di masyarakat.
Sehari sebelum kejadian, bahkan Wayan Mardana sempat bertemu dengan Sri Arini ketika nguwopin acara pengabenan di desa setempat.
“Keluarga ini selalu harmonis, tidak pernah ada masalah. Kalau faktor ekonomi pun, keluarga ini tergolong mapan. Ni Nengah Sri Arini merupakan guru PNS, sementara suaminya merupakan pemilik Koperasi Wira Dharma di Gunaksa. Jadi kecil kemungkinan bunuh diri karena faktor ekonomi. Selama ini, Sri Arini juga tidak pernah mengeluh penyakit apapun,” kata Wayan Mardana.
Terkait pemakaman Nengah Sri Arini, pihak desa pakraman masih berkoordinasi dengan keluarga.
Mengingat di Desa Gunaksa sedang ada piodalan di Pura Bukit Buluh.
Sehingga, kemungkinan jenazah Sri Arini belum dapat dimakamkan hingga 4 hari ke depan.
Ni Nengah Arini meninggalkan seorang suami yakni, I Ketut Rasna dan dikaruniai tiga orang anak dianataranya, Ni Putu Eka Trisnayanti (33), Ni Made Ayu Ari Sutrisna Dewi, dan I Komang Oka Gunandya. Selain itu, korban juga sudah dikaruniai 5 cucu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pisau-berdarah_20161016_090300.jpg)