Sri Arini Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi dengan Leher Tergorok

Kita yang mendapat laporan dari keluarganya langsung turun melakukan olah TKP bersama petugas Identifikasi Polres dan Puskesmas

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUNFILE/IST
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEMARAPURA -Beberapa kerabat wanita yang bekerja sebagai guru di SDN 3 Gunaksa tersebut tampak menangis histeris DI kedimanan Ni Nengah Sri Arini (55), warga Banjar Tengah, Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung, Bali, Senin (3/7/2017).

Mereka meratapi nasib tragis yang dialami Ni Nengah Sri Arini, setelah ia ditemukan tergeletak tidak bernyawa di kamar mandi dengan kondisi leher tergorok dan bersimbah darah.

 Darah yang sudah mengering masih membekas di lokasi korban ditemukan tergeletak tidak bernyawa di kamar mandi keluarga tersebut, berlokasi tepat di sisi barat angkul-angkul.

Berdasarkan keterangan dari kerabat korban, kamar mandi tersebut jarang dipakai.

Ketika jenazah Sri Arini ditemukan, kondisi kamar mandi tidak dalam keadaan terkunci dari dalam.

“Mohon maaf, saya tidak tahu kejadiannya seperti apa. Saya baru datang dari Denpasar, setelah mendengar kabar mengejutkan seperti ini. Keluarga kami semua juga masih syok dengan kejadian ini,” ujar I Nyoman Sujana, kerabat korban, ketika ditemui di rumah duka, Senin.

Kapolsek Dawan AKP I Kadek Suadnyana menjelaskan, korban pertama kali ditemukan bersimbah darah oleh suaminya, I Ketut Rasna (56) sekitar pukul 07.00 Wita.

Tidak seperti hari biasanya, Rasna ketika itu tidak mendapati istrinya di rumah.

Padahal bisanya setiap jam 07.00 Wita, istrinya sudah pulang dari pasar Gunaksa.

Rasna kemudian pergi ke pasar Gunaksa untuk mencari istrinya.

Namun karena tidak kunjung ditemui, Rasna kemudian kembali dan mencari istrinya di sekitar rumah.

 Rasna pun kaget bukan kepalang, sesaat setelah membuka pintu kamar mandi yang terletak di barat angkul-angkul rumahnya.

Rasna melihat istrinya dalam keadaan telentang dengan kondisi bersimbah darah.

Darah segar ketika itu mengalir dari leher Ni Nengah Sri Arini, hingga menodai pakaiannya.

Karena panik dan syok melihat kejadian tersebut, Rasna kemudian menghubungi kakak korban untuk menghubungi polisi.

"Kita yang mendapat laporan dari keluarganya langsung turun melakukan olah TKP bersama petugas Identifikasi Polres dan Puskesmas," ujar Kapolsek Dawan, AKP I Kadek Suadnyana.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan petugas Puskesmas Dawan II, korban ditemukan sudah meninggal di TKP.

Kondisi korban ditemukan dalam kondisi telentang. Terdapat luka di bagian leher dan lumuran darah di bagian atas pakaian korban.

Di samping tubuh korban juga ditemukan pisau dapur. Atas kejadian tersebut, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Klungkunguntuk dilakukan pemeriksaan luar.

Polisi belum bisa memastikan motif di balik kejadian tersebut. Selama ini korban hanya tinggal berdua dengan suaminya.

Sedangkan ketiga anaknya sudah menikah dan tinggal di daerah lain. Tapi menurut pihak keluarga, korban diketahui sangat sensitif dan perasa.

"Dugaan sementara korban bunuh diri. Tapi kita masih melakukan penyelidikan karena suami korban dan keluarga yang lain belum diperiksa karena syok," ujar Kadek Suadnyana.

Jenazah korban tiba di RSUD Klungkung pukul 09.20 Wita.

Sesampainya di kamar jenazah, petugas medis langsung melakukan pemeriksaan luar.

Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan benda tumpul di tubuh korban.

Namun, tim medis menemukan luka terbuka yang cukup dalam di leher bagian depan korban.

Luka tersebut disebabkan oleh benda tajam.

 "Kami temukan luka pada leher depan korban. Posisinya mendatar horizontal dengan lebar 5 cm. Luka tersebut cukup dalam, bahkan sampai melukai otot," ujar dr Made Batubulan, dokter yang melakukan pemeriksaan luar.

Melihat kondisi korban, ia memprediksi jika korban meninggal beberapa jam sebelum ditemukan.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, harus dilakukan autopsi terhadap jenazah Ni Nengah Sri Arini.

“Seharusnya diautopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Tapi kata polisi, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi,” katanya.

Sosok Periang

Meninggalnya Ni Nengah Sri Arini membuat kerabat dan teman-temannya kaget.

Mereka tidak menyangka Nengah Sri Arini yang dikenal berwatak periang, tewas diduga bunuh diri.

Ni Komang Kartini, pegawai TU di SDN 3 Gunaksa mengatakan, meskipun belum genap setahun mengenal sosok Nengah Sri Arini, ia menilai guru wali kelas IV di SDN 3 Gunaksa tersebut merupakan sosok yang periang dan mudah bergaul.

“Ibu sangat baik sekali. Saya bahkan sering dibayari (saat makan) nasi, karena beliau tahu saya pegawai honorer yang gajinya kecil. Kalau di sekolah beliau setahu saya tidak ada masalah. Dia sangat baik,” ujar Ni Komang Kartini

Hal serupa juga diungkapkan Bendesa Gunaksa, I Wayan Mardana.

Menurutnya Mardana, selama ini Ni Nengah Sri Arini merupakan sosok yang sangat aktif bermasyarakat.

Kehidupan rumah tangga Sri Arini juga selalu harmonis dan tidak pernah ada masalah dengan siapa pun di masyarakat.

Sehari sebelum kejadian, bahkan Wayan Mardana sempat bertemu dengan Sri Arini ketika nguwopin acara pengabenan di desa setempat.

“Keluarga ini selalu harmonis, tidak pernah ada masalah. Kalau faktor ekonomi pun, keluarga ini tergolong mapan. Ni Nengah Sri Arini merupakan guru PNS, sementara suaminya merupakan pemilik Koperasi Wira Dharma di Gunaksa. Jadi kecil kemungkinan bunuh diri karena faktor ekonomi. Selama ini, Sri Arini juga tidak pernah mengeluh penyakit apapun,” kata Wayan Mardana.

Terkait pemakaman Nengah Sri Arini, pihak desa pakraman masih berkoordinasi dengan keluarga.

Mengingat di Desa Gunaksa sedang ada piodalan di Pura Bukit Buluh.

Sehingga, kemungkinan jenazah Sri Arini belum dapat dimakamkan hingga 4 hari ke depan.

Ni Nengah Arini meninggalkan seorang suami yakni, I Ketut Rasna dan dikaruniai tiga orang anak dianataranya, Ni Putu Eka Trisnayanti (33), Ni Made Ayu Ari Sutrisna Dewi, dan I Komang Oka Gunandya. Selain itu, korban juga sudah dikaruniai 5 cucu. 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved