Dukun Beranak Tak Bisa Lepas dari Masyarakat, Ini Penjelasan Bupati Rusman Ali

"Makanya kita mengkolaborasikan antara pelayanan kesehatan dengan dukun ini bisa terlaksana sejalan

Penulis: Madrosid | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MADROSID
Bupati Rusman Ali membagikan insentif secara simbolis kepada dukun beranak selama 3 bulan, di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (12/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Rusman Ali menjelaskan jasa dukun beranak tak bisa dilepaskan dari masyarakat. Sebab sejak dulu yang menolong persalinan di masyarakat adalah dukun. Bahkan mereka lebih percaya dukun dengan bidan.

"Makanya kita mengkolaborasikan antara pelayanan kesehatan dengan dukun ini bisa terlaksana sejalan. Bahkan saling mengisi dalam pelaksanaannya. Dukun harus bekerjasama dengan seorang bidan," ujarnya, saat memberikan insentif secara simbolis, Senin (12/6/2017).

Selama ini, dukun beranak dan kader posyandu sebagai pekerja sosial. Sebelumnya tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Dengan pekerjaan cukup berat guna menyelamatkan nyawa bayi dan ibunya.

"Mereka tak pernah mendapat perhatian apapun. Padahal kerja mereka ini cukup berat. Untuk itulah, kami berinisiatif untuk memberikan honor kepada dukun dan kader," tambah Rusman Ali.

Pemberian insentif dalam rangka menaikkan kesejahteraan para dukun beranak dan kader. Agar sebagai pekerja sosial, mereka lebih meningkatkan lagi kinerja mereka dalam membantu masyarakat.

"Dengan adanya gaji kan mereka akan lebih semangat lagi. Sebab sejak dukun ini tak pernah mendapat perhatian. Melihat itulah saya berjanji dalam diri kalau jadi bupati akan menggaji duku. Dan saya kira hanya Kubu Raya satu-satunya daerah se-Indonesia yang memberi gaji pada dukun beranak," paparnya.

Bupati jelaskan, bahwa jasa dukun beranak tak bisa dilepaskan dari masyarakat. Sebab sejak dulu yang menolong persalinan di masyarakat adalah dukun. Bahkan mereka lebih percaya dukun dengan bidan.

"Makanya kita mengkolaborasikan antara pelayanan kesehatan dengan dukun ini. Bisa terlaksana sejalan. Bahkan saling mengisi dalam pelaksanaannya. Dukun harus bekerjasama dengan seorang bidan," pungkas bupati.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved