Empat Harapan Mantan Bupati Sintang Pada Penyelenggaraan Kongres

Kedua, ia berharap bisa membuat masyarakat Dayak bangga akan budayanya sendiri. Sehingga sampai kapanpun Dayak akan tetap ada dan menjadi identitas...

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/WAHIDIN
Mantan Bupati Sintang, Milton Crosby. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mantan Bupati Kabupaten Sintang, Milton Crosby menghadiri langsung kegiatan pembukaan Kongres Internasional Kebudayaan Dayak yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Bengkayang, Sabtu (3/6/2017) malam.

Pada acara kongres tersebut, Milton mengungkapkan empat harapan dari hasil daripada penyelenggaraan kongres tersebut. Pertama mengenai kebudayaan Dayak yang harus tetap ada.

"Kongres ini harus dapat membangun konsep masyarakat Dayak yang tidak terdegradasi oleh kebudayaan global. Bagaimana menjadi, tradisinya, tata kramanya, tutur lisannya, perkawinannya, dan lain-lain," ujarnya.

Kedua, ia berharap bisa membuat masyarakat Dayak bangga akan budayanya sendiri. Sehingga sampai kapanpun Dayak akan tetap ada dan menjadi identitas masyarakatnya.

Baca: Kongres akan Membicarakan Kebudayaan Dayak dari Masa Lampau, Sekarang, dan akan Datang

Baca: Bupati Bengkayang Inginkan Kongres Benar-benar Membicarakan Hal Ilmiah

Baca: Berbicara Masa Depan Dayak Melalui Kongres Internasional Kebudayaan Dayak

"Generasi Dayak harus bangga dengan kebudayaannya. Jangan merasa jadul karena menonjolkan kebudayaan, jadikan itu identitas. Jangan sampai Dayak ini punah, seperti suku-suku misalnya Maya dan Inka," ujarnya.

Ketiga, ia mengharapkan hasil dari kongres dapat membuahkan khasanah kebudayaan dan antropologi.

Sehingga akan menjadi sebuah catatan penting dalam sejarah kebudayaan Dayak.

"Nah ini nanti harus dibuat dalam sebuah konsep, dibuat buku, baik cetak maupun elektronik. Sehingga generasi Dayak yang akan datang jadi tahu. Sekaligus juga menjadi referensi di dunia akademik," jelasnya.

Keempat, yang paling penting menurutnya ialah memperkuat kecintaan dan dukungan terhadap negara kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai satu di antara kewajiban sebagai warga negara Indonesia.

"Bagaimana masyarakat Dayak juga bisa mencintai, mendukung, dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhineka tunggal ika, Undang-undang Dasar 1945," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved