Festival Peh Cun Pontianak

Tradisi Mandi Tengah Hari Dipercaya Datangkan Berkah dan Keselamatan

Masyarakat berharap segala sifat buruk dan tabiat yang tidak baik, biar dihanyutkan mengikuti derasnya arus air yang mengalir.

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/LEO PRIMA
Festival Peh Cun digelar di kawasan Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (30/5/2017). 

Intinya, kita harus introspeksi diri, merenungi tingkah laku selama ini yang benar dan yang salah sehingga dapat memperbaiki diri menjadi manusia yang jauh dari bala petaka.

Selain itu, mengambil dan menyimpan air pada tengah hari saat perayaan Duan Wu Jie dipercaya dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit bila dengan mandi ataupun diminum setelah dimasak.

Sementara tradisi makan kicang atau bakcang sudah ada sejak Dinasti Jin.

Bakcang memiliki berbagai macam bentuk dan terbuat dari beras ketan pilihan yang di dalamnya berisikan cincangan daging, kacang tanah, jamur kering, dan lainnya sesuai selera masing-masing.

Sedangkan kicang atau tanpa isi (tawar) dimasak dengan air kapur (ki sui) yang terbuat dari pembakaran kulit kerang sehingga dinamakan kicang (Teochew) atau kicung (Hakka) hingga menjadi kenyal dan berwarna kekuning-kuningan.

Kicang atau kicung biasa dimakan dengan gula pasir atau gula tebu/jawa. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved