Masyarakat Dayak Helat Kongres Internasional di Bengkayang
Seminar tersebut dihadiri oleh perwakilan intelektual Dayak dari Sarawak, Sabah, Brunei dan Indonesia.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Marlen Sitinjak
Memasuki abad ke-20, Misi Kristen (Katholik dan Protestan) membangun banyak sekolah di daerah pedalaman untuk mendidik generasi muda Dayak, secara berturut-turut, muncul beberapa tokoh Dayak di berbagai belahan Borneo seperti Tun Jugah di Sarawak, Oevaang Oeray di Kalimantan Barat, Djilik Riwut di Kalimantan Tengah, dan Kitingan di Sabah.
Perjuangan bagi identitas kolektif, martabat, integritas dan kedaulatan Dayak menemukan momentumnya pada Seminar Nasional Budaya Dayak Tahun 1992 yang diselenggarakan oleh Institute Dayakology Research and Development (IDRD).
Baca: Rekomendasi PGD ke-32 Dukung Pesantren Dayak di Ambawang
Seminar ini membangun kesadaran identitas kolektif Dayak di Kalimantan Barat dan Borneo secara umum. Seminar tersebut dihadiri oleh perwakilan intelektual Dayak dari Sarawak, Sabah, Brunei dan Indonesia.
Pada saat ini, Dayak menghadapi banyak tantangan, namun tantangan-tantangan ini juga menyediakan serangkaian kesempatan yaitu ruang untuk bertransformasi, mengungkapkan dengan cara yang beda (rephrase), dan menguraikan lewat kata kata sendiri (paraphrase) tentang aspek aspek warisan budaya Dayak yang di masa lampau tidak terkatakan, tidak terekam, tidak terdokumentasikan dan bahkan diabaikan.
Kongres Internasional Budaya Dayak adalah ruang intelektual bagi pembicara dan narasumber untuk memeriksa dengan teliti tentang identitas, martabat, integritas dan kedaulatan Dayak dari berbagai sudut pandang.
Beberapa konsep yang sarat makna tentang budaya dan tradisi Dayak seperti dinyatakan dalam cakupan topik di bawah ini akan terlontar dalam presentasi-presentasi yang disiapkan oleh para narasumber dan pembicara.
"Isu-isu yang dimunculkan dalam presentasi memperbolehkan diskusi dan debat dari berbagai sudut pandang," ungkapnya.
Bagi masyarakat Dayak yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi sekretariat di Jalan Adisucipto, No.1, Pontianak, West Kalimantan, Indonesia atau melalui email di albertn89k@gmail.com dan bbider1973@gmail.com dengan nomor kontak +6281351214702 serta melalui website https://www.kongresbudayadayak.org.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/paulus-tari-retno_20170526_140657.jpg)