KPL Gelar Bincang Bareng Stakeholder Bahas Layangan Jadi Ancaman Kelistrikan

Koordinator KPL, Ponti Ana Banjaria, mengatakan jika jaringan listrik sudah dihantam kawat layangan, dampaknya akan terjadi pemadaman listrik.

Penulis: Nina Soraya | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/DOK
Ilustrasi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Nina Soraya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komunitas Peduli Listrik (KPL) akan menggelar bincang bersama para stakeholder membahas dampak permainan layangan menggunakan kawat terhadap keselamatan jiwa hingga mengganggu sistem kelistrikan.

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada 10 Mei 2017.

Koordinator KPL, Ponti Ana Banjaria, mengatakan jika jaringan listrik sudah dihantam kawat layangan, dampaknya akan terjadi pemadaman listrik.

Menurutnya sangat disayangkan hanya ulah beberapa oknum, tapi seKota Pontianak bisa merasakan listrik padam total atau black out.

Baca: PLN Ketapang Maksimalkan Pasokan Listrik Jelang Ramadan

"Listrik inikan satu di antara elemen vital buat kehidupan kita. Kalau sudah terjadi hal seperti ini, kembali masyarakat luas yang mengalami kerugian, bukan hanya materi tapi juga immateriil,” katanya, Minggu (7/5/2017).

Padahal, pemerintah dan aparat pun sudah melakukan tindakan mulai dari pemberlakukan Perda yang dikeluarkam Pemkot Pontianak hingga razia gabungan layangan kawat baja.

Pemkot Pontianak menetapkan dalam Perda Nomor 15 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum.

Di dalam sana memuat larangan bermain layangan kecuali untuk festival.

Sementara sanksi pelanggaran yang diberikan yakni kurungan tiga bulan atau denda Rp 50 juta.

Sementara di Kabupaten Kubu Raya, larangan ini dimasukkan dalam Perda nomor 4 tahun 2010 tentang Ketertiban Umum. Yakni di Pasal 37 yang memuat larangan bermain layangan.

Pelanggaran yang dilakukan akan dikenakan kurungan hingga enam bulan atau denda Rp 50 juta.

“Namun efektifitas penindakan tegas berdasar perda yang ada, belum berdampak besar, bahkan permainan layangan dengan kawat masih marak,” katanya.

Hal inilah yang mendasari Komunitas Peduli Listrik ini membuat kegiatan bincang bersama stakeholder tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved