PGRI Siap Kawal Program Pendidikan di Kapuas Hulu

Apa lagi ketika pengangkatan CPNS selalu menggunakan sistem passingred, sehingga kita dari daerah sulit bersaing

PGRI Siap Kawal Program Pendidikan di Kapuas Hulu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / FILE
Ketua STKIP PGRI Prof Samion

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Ketua PGRI Provinsi Kalbar,  H Samion menyatakan, pihaknya siap mengawal program pemerintah, dalam membangun dunia pendidikan di Kapuas Hulu.

"Ketika kami mampu berdampingan dengan pemerintah, maka pemerintah bisa terbantu. PGRI berupaya mengatasi permasalahan guru yang ada,” ujarnya dalam acara Penguatan Sosialisasi Koordinasi Pengurus, dan Anggota PGRI Kabupaten Kapuas Hulu, di Aula Bank Kalbar Putussibau, Sabtu (18/3/2017) malam kemarin.

Dalam hal ini Samion mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kapuas Hulu, dengan merekrut guru honor menjadi guru bantu, dan guru kontrak. Kalau mengharapkan CPNS tidak bisa terakomodir.

"Apa lagi ketika pengangkatan CPNS selalu menggunakan sistem passingred, sehingga kita dari daerah sulit bersaing. Maka kewenangan Pemda dengan kebijakan pengangkatan guru kontrak sangat tepat, yang akan menjadi cikal bakal CPNS nantinya, dan mereka bisa berkomitmen membangun pendidikan di daerah,” katanya.

Samion juga tahu persis kondisi pendidikan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang sangat kekurangan guru PNS. Kini masih menjadi persoalan serius. "Kita meminta dukungan pemerintah daerah lebih serius, dalam mengangkat para guru honorer menjadi tenaga kontrak, hingga mengajukan pengangkatan CPNS," ungkapnya.

Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, S H menuturkan, PGRI menjadi organisasi yang amat strategis, dalam membangun dunia pendidikan di daerah, dan memperjuangkan hak-hak guru. "Kami sebagai pemerintah terus berupaya mengusulkan ke pusat agar, ada penambahan guru maupun tenaga medis PNS dikabulkan pemerintah pusat," jelasnya.

Bupati juga tidak setuju dengan adanya moratorium penerimaan untuk tenaga pendidik dan medis. “Sebelum moratorium kita pernah usul 300 CPNS tenaga guru dan medis, namun hanya diterima 41 guru dan 40 medis,” ujarnya.

AM Nasir menjelaskan, bahwa salah satu faktor guru PNS berkurang adalah banyak yang lulus PNS yang bertugas di Kapuas Hulu, minta pindah ke daerah lain. "Saat pembekalan PNS yang lulus sebelumnya, saya sudah mengingatkan jangan minta pindah setelah ditugaskan di Kapuas Hulu. Karena itu jatah guru di Kapuas Hulu. Namun tetap ada yang mengundurkan diri, pindah dan sebagainya," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved