Dewan Sesalkan PLN Tak Indahkan Keluhan Warga Terkait Listrik Sering Padam

Makanya jalan keluarnya adalah, dari dan menuju kota Ngabang harus memakai kabel tanah

ISTIMEWA
Tiang listrik yang tumbang di Pal 11 Ngabang pada Selasa (7/3) yang menyebabkan padam total di Kota Ngabang dan sekitarnya dari sore hingga subuh hari   

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Ketua Komisi C DPRD Landak Cahya Tanus angkat bicara terhadap persoalan listrik di Kota Ngabang dan sekitarnya yang dua pekan belakangan ini sering pemadaman bergilir dan tidak sesuai jadwal. Ditambah lagi tiang yang tumbang, tanpa ada antisipasi dari pihak PLN.

"Dalam bulan ini sudah dua kali tiang listrik tumbang antara PLTD Plasma II ke Kota Ngabang, saya minta kepada pihak PLN untuk segera mengganti JTM ke kabel tanah. Jangan dibiarkan terus, seolah-olah keluhan para konsumen dan saran para Tokoh Masyarakat diabaikan oleh PLN," ujar Cahya pada Rabu (8/3).

Dikatakan Cahya, sistem jaringan yang menuju Kota Ngabang saat ini masih menggunakan Kabel JTM. Sehingga pasokan listrik ke dalam kota tidak akan aman, karena banyak pepohonan dan ranting di kiri kanan jalan yang tentunya akan mengganggu jaringan.

"Kalau pun SUTT di fungsikan, juga belum aman karena dari gardu induk di Desa Tebedak menuju kota Ngabang banyak pepohonan juga. Makanya jalan keluarnya adalah, dari dan menuju kota Ngabang harus memakai kabel tanah," bebernya.

Untuk itu solusi yang ditawarkan adalah agar jaringan yang masuk ke kota Ngabang harus dirubah. "Memang agak merogoh kocek PLN cukup besar, tetapi setidaknya untuk gangguan kayu tumbang, layangan dan lain-lain akan terhindar," sarannya.

Lanjutnya lagi, sebab hampir setiap hari listrik di Kota Ngabang dan Kecamatan selalu ada pemadaman dan padam total. Pihaknya dari Komisi C juga sudah pernah memanggil PLN, tetapi tetap saja begitu terus keadaanya. Maka harus dengan cara bagaimana lagi agar bisa diselesaikan.

"Kita tetap mengedepankan cara-cara yang elegan menyampaikan kepada pihak PLN, agar memperhatikan keluhan konsumen. Kepada pihak PLN, jika jaringan JTM nya kotor tolong segera di bersihkan. Karena ada anggarannya," kata Politisi Partai Nasdem ini.

Selain itu dirinya meminta agar GM PLN Wilayah Kalbar jangan tinggal diam, kemudian dirinya juga ada mendengar dari Manager Rayon bahwa ada spare part mesin yang harus tunggu kiriman dari Jakarta. Sehingga kenapa harus menunggu, karena ada dana SPPD.

"Gunakan saja dana tersebut untuk mengambilnya di Jakarta, apakah nunggu dunia ini lenyap. Tolonglah bekerja yang profesional, Landak sudah Kabupaten. Dulu waktu masih menjadi Kecamatan saja lampunya jarang padam," Terangnya.

Disampaikannya lagi, atau memang sengaja Landak ini dibiarkan oleh petinggi PLN di Wilayah Kalbar dan Area Pontianak. "Saya minta kepada GM untuk segera mengatasi krisis listrik di Landak. Bapak GM di telpon tak mau d angkat, di SMS tak di balas," kesalnya.

Satu diantara warga Landak, Mala Yati juga merasa kesal dengan pemadaman listirik yang dilakukan oleh pihak PLN. Sebab sudah dua pekan ini pemadaman listrik tidak pakai aturan lagi, karena setiap saat bisa saja terjadi pemadaman.

"Katanya bergilir, tapi daerah kami di Dengoan setiap hari lap-lup nyap-nyup berkali-kali. Kalau dalam sehari listrik mati satu kali mungkin kita bisa maklum, alias harap maklumlah. Tapi kalau sudah mati bisa berjam-jam, kita rugi," ungkapnya.

Maka dari itu dirinya berharap agar pihak PLN segera menyelesaikan permasalah listrik dan memberikan solusi. "Kami selau konsumen menunggu klasifikasi dari pihak PLN, apa permasalahannya supaya tidak ada lagi dusta diantara pelanggan dan PLN," harapnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved