Warga Keracunan di Sambas

BREAKING NEWS: Petugas Puskesmas Sajad Kewalahan Tangani Pasien

Sekarang sudah mendingan semuanya 112 pasien, sebagian kita rujuk 4 orang ke RSUD Sambas

Penulis: Zulfikri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RAYMOND KARSUWADI
Suasana pasien dan warga di Puskesmas Sajad, Selasa (14/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Raymond Karsuwadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Petugas Puskesmas Sajad sempat kewalahan karena terjadinya kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) tersebut. Bagaimana tidak mereka harus menangani puluhan pasien yang datang sekaligus, Senin (13/2/2017) sore hingga malam hari.

Meski pada hari sebelumnya, Minggu (12/2/2017) beberapa pasien dengan diagnosa keracunan makanan tiba dan dirawat di Puskesmas Sajad.

"Sekarang sudah mendingan semuanya 112 pasien, sebagian kita rujuk 4 orang ke RSUD Sambas, sisanya rawat jalan yang masih agak ringan yang parah masih dirawat disini," ujar Kepala Puskesmas Sajad, Ardiansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/2/2017).

Karena kejadian tersebut, pihak Puskesmas, Kapolsek, Kepala Desa turun langsung menyusuri rumah warga yang mengalami sakit kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan.

"Kami juga langsung menyusuri rumah warga kita bawa semuanya yang sakit, kemarin juga bupati dan wakil bupati dan kepala dinas langsung ke sini (puskesmas) ," katanya.

Baca: Warga Ngeluh Sakit Perut Usai Makan Saprahan

Ardiansyah mengungkapkan bahwa kejadian ini baru pertama kali terjadi di Kecamatan Sajad. Karena memang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Sebelumnya Minggu udah berulang-ulang datang mereka yang keracunan, tapi setelah seorang anak meninggal. Dari situ hasil dari kejadian itu, kita tidak juga mengira karena kunjungan pasien biasa penyakit dengan diagnosa sama berulang ulang, selama ini baru kali ini kejadian tersebut terjadi," ujarnya.

Ardiansyah juga mengatakan bahwa penyebab dari keracunan masal tersebut masih belum diketahui pasti apa penyebabnya. Apakah dari makanan atau faktor lainnya.

"Untuk penyebab kita masih belum mengetahui pastinya. Apakah dari makanan atau faktor lain," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved