Pemkot Pontianak Ambil Alih Lahan Eks Terminal Siantan dari Pihak Ketiga

Sebelumnya, pengelolaan kawasan itu diserahkan ke pihak ketiga, namun hingga kini tak ada kontribusi.

Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, menuturkan jika Pemerintah Kota Pontianak akan mengambil alih lahan eks Terminal Siantan dari pihak ketiga.

Dijelaskannya bahwa lahan tersebut diambil sebagai sebagai alternatif untuk lokasi pemindahan rumah toko yang terkena akibat pembesan lahan untuk pelebaran jalan dalam pembangunan Jembatan Pararel Landak.

"Selama ini lahan itu tak bertuan. Sebelumnya, pengelolaan kawasan itu diserahkan ke pihak ketiga, namun hingga kini tak ada kontribusi apa pun ke Pemerintah Kota. Itu tidak boleh karena aset Pemerintah Kota, seenaknya si A petantang petenteng buat kios di situ, di sewakan. Mau jadi apa kota kalau model kayak gitu, tidak boleh, pokoknya semua Pemkot ambil alih lagi," tegas Sutarmidji kemarin.

Selain itu ia juga menjelaskan menjelaskan kebapa baru saat ini pihaknya mengambil alih karena yang membikin perjanjian dengan pihak ketika dan saat ini sudah meninggal.

Baca: Pisang Goreng jadi Rekor MURI Kelima Bagi Kota Pontianak

"Kan kata orang utara mau dibangun, mau rapi, ya orang utara harus dukung. Kalau tidak, biarkan kumuh terus. Nanti daerah lain bangun, mulai utara dibilang anak tiri anak itu. Giliran mau dibangun, dia buat kumuh sendiri, makanua kita harap masyarakatnya mendukung dan jangan hambat pembangunan itu," tegasnya.

Bahkan ia meyakinkan pihaknya akan menata ulang. Semua kios yang ada akan dibongkar.

"Selain itu pasar disamping Pasar Puring mau saya bongkar, semua kios yang dibangun itu, tidak ada manfaatnya," tegasnya untuk menata wilayah utara tersebut.

Dijelaskannya lebih rinci Eks Terminal Siantan nantinya akan dijadikan alternatif untuk pemindahan ruko yang terkena pembebasan lahan pembangunan jalan Jembatan Pararel Landak. Di wilayah timur, dia menerangkan ada 25 ruko yang harus dibongkar.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved