Mayat di Hotel Benua Mas

Tak Puas Sumirawati Terkapar, Ari Ambil Pisau ke Mobil

Pisau tersebut diketahui disimpan tersangka di dalam mobil, dan diambil saat korban dalam keadaan terkapar.

Tak Puas Sumirawati Terkapar, Ari Ambil Pisau ke Mobil
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Novianto Ari Saputra memperagakan adegan demi adegan rekonstruksi pembunuhan terhadap Sumiwati di kamar nomor A5, Hotel Benua Mas, Jalan 28 Oktober, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/1/2017) siang. Atas perbuatannya Ari terancam hukuman mati. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - 25 Adegan drama rekonstruksi kasus pembunuhan Sumirawati yang di peragakan langsung oleh tersangka Novianto Ari Saputra pada Senin (8/1/2017) siang di hotel Benua Mas Pontianak yang berada di Jalan 28 Oktober Kecamatan Pontianak Utara.

Rekonstruksi yang di laksanakan di kamar A5 Hotel Benua Mas, satu persatu ‎sesuai tahapan di lakukan oleh tersangka Ari.

Terlihat tersangka memperagakan adegan semua tahapan pembunuhan yang dilakukannya.

Mulai dari datang ke kamar hotel, berhubungan badan, hingga perkelahian antara keduanya.

Dan akhirnya terungkap kalau tersangka telah mempersiapkan sebilah pisau untuk menghabisi nyawa korban. Pisau tersebut diketahui disimpan tersangka di dalam mobil, dan diambil saat korban dalam keadaan terkapar di lantai akibat kepala yang dibenturkan di meja.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean menuturkan dari rekonstruksi tersebut, terlihat jelas bahwa tersangka memang telah merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Baca: Terancam Hukuman Mati, Ini Cara Novianto Ari Saputra Habisi Sumirawati

Selain itu dari pemeriksaan dan hasil keterangan dari Saksi, Tersangka dan di tambah dengan adanya alat bukti, aparat penyidikan kepolisian dari Satreskrim Polresta Pontianak merencakan akan menjerat tersangka pada pasal 340 subsider 339 subsider 338 dengan ancaman pidana penjara hukuman mati, seumur hidup atau penjara 15 tahun.

"Bukti yang sangat menguatkan rencana pembunuhan itu, terutama adalah pisau yang sudah disiapkan,"ujar Kasat Reskrim

Andi Yul menjelaskan setelah menganiaya korban, tersangka langsung mengambil pisau di dalam mobil. Lalu dengan pisau, korban ditikam hingga mengalami luka tusuk di bagian perut.

"Untuk motif sampai dengan saat ini masih dengan dugaan awal, yakni tersangka merasa terdesak oleh korban yang meminta untuk segera dinikahi," ungkapnya.

Andi Yul menyatakan setelah rekontruksi selesai, pihaknya akan segera melengkapi berkas perkara tersangka untuk dilimpahkan ke Kejaksaan.

Pada saat Rekontruksi kasus pembunuhan itu pun dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari kejaksaan negeri Pontianak dan tampak pengawalan ketat dari aparat kepolisian jajaran Satreskrim dan Sat Sabhara Polresta Pontianak.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved