Vera Juniati Dinobatkan Sebagai Putri Borneo 2016

Anak tertua dari pasangan lim tet min dan phiong siu djun ini pertama kali ikut serta di ajang pemilihan Putri pariwisata Kalbar tahun 2011 silam.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rizky Zulham

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Berprestasi di usia muda, itulah yang berhasil diukir Vera Juniati kala meraih penghargaan sebagai putri Borneo 2016.

Di tengah kondisi maraknya pemberitaan mengenai muda-mudi yang terjerumus di pergaulan negatif, dara kelahiran Merak, 15 Juni 1993 ini terus menyibukan diri dengan hal-hal positif.

Kendati lahir di Merak, Banten, Vega merupakan dara asli keturunan warga Singkawang. Karena kedua orang tuanya yang cukup sering berpergian akhirnya ia juga harus ikut turut serta.

"Dari kecil tinggal di Merak, SD di Cilegon kemudian hingga SMP kelas satu tinggal di Jawa Timur. baru saat naik ke kelas dua kembali ke kota Singkawang lagi," ujar Vega, Sabtu (17/12/2016).

Anak tertua dari pasangan lim tet min dan phiong siu djun ini pertama kali ikut serta di ajang pemilihan Putri pariwisata Kalbar tahun 2011 silam. Kala itu ia berhasil menyabet penghargaan sebagai putri Persahabatan.

"Pertama kali mulai 2011 ikut Putri pariwisata, kirim ke provinsi puji Tuhan menang Putri persahabatan. Kemudian di Singkawang vacum pemilihan putri pariwista dan akhirnya 2016 diminta wakil dari Singkawang maka dipilih dari pemilihan terkahir," ujarnya.

Pada pemilihan Putri pariwista tersebut ia berhasil menjadi juara kedua, dan berhak mewakili Kalbar dalam pemilihan Putri Borneo. Setelah bersaing dengan peserta lain dari seluruh provinsi di Kalimantan akhirnya ia menjadi yang terbaik.

"Juara dua dan tiga di Putri pariwisata dipilih untuk ikut serta di Putri Borneo, pesertanya keseluruhan ada 10 peserta. Setelah di karantina selama tiga hari dan melalui berbagai tes akhirnya saya berhasil menjadi yang terbaik," ujarnya.

Diakui oleh Vega saat ini memang belum ada program tertentu sebagai putri Boreno. Begitupula program lain yang disiapkan oleh dinas pariwisata setelah pemilihan tersebut.

"Kalau untuk kegiatan pariwisatanya memang belum ada begitupula dengan program dari dinas pariwista," ujarnya.

Namun bukan berarti ia tidak melakukan sesuatu, bersama rekannya yang lain di pemilihan Putri Borneo ia mengaku terus bertukar ide. Walaupun harus terpisah jarak namun itu bukanlah halangan untuk mempromosikan pariwisata di Borneo.

"Kami sudah ada grup jadi walaupun tidak ketemu fisik tapi secara ide kami terus terjalin. Tentu tujuan kami ingin menjadikan pariwisata sebagai ujung tombak perekonomian yang dimana saat ini masih di nomor duakan," katanya.

Tentu hal ini bukanlah perkara mudah, perlu banyak hal yang harus ia lakukan bersama rekan-rekannya. Terutama dalam hal promosi yang menurutnya sudah tidak bisa lagi dihalangi oleh masalah bahasa.

"Kami ingin Kalimantan dikenal sebagai pulau wisata tentu dalam hal ini harus aktif dalam segala kegiatan kepariwisataan yang ada, dan kontribusi dengan promosi. Di jaman globalisasi ini tidak boleh dihalangi bahasa lagi, supaya bisa mempromosikan budaya kita, terutama teman-teman kita di negara lain," ujar dara yang menguasai dua bahasa asing, Mandarin dan bahasa Inggris ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved