Petrus Bakus Divonis Bebas
BREAKING NEWS: Kisah Oknum Polisi di Melawi Mutilasi Dua Anak Kandung
Berikut ini kilas balik peristiwa memilukan kala Petrus Bakus (27), tega memutilasi putri kandungnya, Amora (4) dan putranya, Fabian (3).
"Mereka Baik. Mereka Mengerti. Mereka Pasrah. Maafkan Papa ya, Dik," ucap Petrus kepada Windri.
Usai mengucapkan kata-kata itu, Petrus meminta istrinya untuk mengambilkannya air minum.
Masih dalam keadaan syok, Windri menuruti permintaan suaminya. Ia pun bergegas menuju dapur.
Saat itulah, Windri memutuskan untuk melarikan diri dan meminta pertolongan warga Asrama Polisi lainnya.
Ia mengetuk pintu Rumah Dinas Anggota Sat Intelkam, Brigadir Sukadi, yang tepat berada di sebelah rumahnya.
Mendengar pintunya diketuk, Brigadir Sukadi terbangun dan membukakan pintu.
Ia lantas meminta Windri masuk ke dalam rumah.
Sukadi lantas mengunci pintu rumahnya dan meminta Windri sembunyi di dalam.
Sukadi sendiri memeriksa rumah Windri. Saat diperiksa, di saat bersamaan, Petrus ke luar dari rumah.
Ia duduk di teras rumahnya. Sukardi pun datang menghampiri Petrus.
Kepada Sukardi, Petrus mengakui perbuatannya dan langsung menyerahkan diri.
"Sudah saya bersihkan, Bang. Saya menyerahkan diri," ujar Petrus kepada Sukardi.
Kasus ini sampai juga ke telinga Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
Ia mengaku telah menerima laporan kasus mutilasi yang diduga dilakukan anggota Polri, Brigadir Petrus Bakus.
"Sudah dilaporkan oleh Kapolda. Memang yang bersangkutan ini sejak umur 4 tahun ini sering mengalami semacam kemasukan atau kesurupan. Itu tidak terdeteksi saat masuk polisi," kata Badrodin di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/petrus-bakus_20160226_165156.jpg)