Kisah Perjuangan Dara Cantik Singkawang yang Banting Setir Geluti Batik Tulis

Dedeg memiliki galeri yang tampak sederhana seluas 8x14 meter persegi yang terletak di Jl Tani, Gg Cisadane, Pasiran, Singkawang Barat.

Penulis: Zulfikri | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/RAYMOND KARSUWADI
Membatik - Priska Yeniriatno saat ditemui di Galerinya Gg Cisadane, Jl Tani, Pasiran, Singkawang Barat, Minggu (6/11/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Raymond Karsuwadi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.

Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sejak 2 Oktober 2009.

Baca: Bentuk Komunitas, SMKN 3 Pontianak Menelurkan Pembatik-pembatik Muda

Menurut teknik pembatikan, membatik sendiri memiliki tekniknya masing masing dalam pembuatannya ada batik cap, batik tulis, maupun batik lukis.

Semakin rumit teknik pembuatannya, semakin tidak ternilai harga dari batik tersebut karena batik merupakan sebuah karya dari proses ketekunan, kesabaran, ketelitian dan keikhlasan.

Tidak banyak, bahkan hampir jarang ditemukan pengrajin batik tulis di Kota Singkawang selain karena budaya yang tentu berbeda, bahan dan perlengkapan pembuatan sehelai kain batik pula sangat jarang ditemui di Kota Singkawang.

Disinilah dimulainya kisah seorang dara kelahiran Kota Singkawang, 28 tahun silam, Priska Yeniriatno pemilik dari CV Dedeq Finger dengan brand andalan Kote Singkawang.

Bagaimana kisahnya dalam memulai usaha UKM Batik Tulis dan berbagai kerajinan tangan di Singkawang.

Priska Yeniriatno atau yang akrab disapa Dedeq Eror semasa mengisi acara sebagai bintang tamu dalam acara citra pemuda prestasi di radio lokal Radio Citra periode 2003-2004 silam ini lahir dan besar di Kota Singkawang.

Dedeq bersekolah di SD Suster Singkawang, melanjutkan pendidikan menengah di SMP Pengabdi dan terakhir di SMA N 1 Singkawang sebelum melajutkan untuk berkuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Atmajaya Jogjakarta, Jurusan Akutansi dan lulus tahun 2011.

Semasa di Kota Gudeg itulah Dedeq mendapatkan banyak sekali pengetahuan, ilmu, wawasan, cara pandang, pola fikir yang membentuk Dede seperti sekarang ini.

Dedeg memiliki galeri yang tampak sederhana seluas 8x14 meter persegi yang terletak di Jl Tani, Gg Cisadane, Pasiran, Singkawang Barat.

Priska bercerita singkat, berbagai macam usaha telah dijalaninya baik sedari kecil, masa sekolah, kuliah hingga dirinya tertarik kepada batik.

Priska mengatakan dulu dirinya pernah membuka usaha butik, distro datang dan kirim pakaian dari Jogja untuk dijual di Kota Singkawang.

Dulu lapaknya berada di dekat Masjid Raya Singkawang dengan omset yang terbilang lumayan, dede mengirim pakaian jadi langsung dari Jogja untuk dipasarkan di Kota Singkawang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved