Mentan Hitung-hitungan Soal Keuntungan "Produksi yang Tak Main-main" ini
Yakni 16 ton per hektare, sehingga jika dikembangkan itu akan sangat luar biasa untuk masyarakat.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfons Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menjelaskan dengan produksi yang tidak main-main.
Yakni 16 ton per hektare, sehingga jika dikembangkan itu akan sangat luar biasa untuk masyarakat.
Baca: Menteri Pertanian Janji Bantu 100 Hektare Penanaman Bawang di Kalbar
"Kita hitung-hitung, satu hektare itu bisa mendapatkan Rp 600 juta dengan harga saat ini di Kalbar," katanya.
Dengan biaya sekitar Rp 200 juta, berarti ada untung Rp 400 juta dalam waktu dua bulan.
"Berarti satu bulan Rp 200 juta, itu jauh dari pada gaji Mentri dan gaji Gubernur. Saya minta sama Kadis Pertanian Kalar, satu hektare ini kali 100 dan bila perlu ditambah lagi," terangnya.
Maka jika merawat 100 hektare, dan menghasilkan minimal 10 hektare dan lebih bagus lagi jika lebih maka Pemerintah pusat akan bantu lagi.
"Kalau bu Gubernur 16 ton per hektare, pak Kadis harus 17 ton per hektare. Kita akan bantu 100 hektare kalau ini berhasil," janjinya.
Disampaikan Mentan, kalau itu berkembang terus Insyaallah akhir tahun Kementrian akan berikan lagi dan tambah lagi.
"Kami ingin Kalimantan ini mandiri bawang, mandiri sayur, mandiri cabe, kemudian beras sudah surplus 300 ribu ton," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/andi-amran-sulaiman_20161022_191715.jpg)