Ini Berita Kalbar Yang Terbit Minggu, Ada yang Beda dari Selebrasi Diego Costa

Jokowi menilai konektivitas antarpulau dengan ibu kota provinsi, termasuk bisa langsung terbang dari pulau ke pulau lain, menjadi penting.

Editor: Hasyim Ashari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Presiden Jokowi saat berjalan di kerumunan warga pada peresmian Sail Selat Karimata, Sabtu (15/10/2016) 

Jokowi Bangun Bandara di Kayong

KAYONG UTARA, TRIBUN -Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan akan menyiapkan kebutuhan infrastruktur untuk mendukung pengembangan dan pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Kayong Utara (KKU), Kalbar.

Infrastruktur yang dimaksud presiden adakan fokus pada pembangunan bandara.

"Di sini kalau saya lihat, ada potensi untuk wisata pantainya. Saya kira, penataan di beberapa tempat. Tadi malam saya lihat. Nanti ini saya lihat lagi. Mungkin kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan infrastrktur memang harus difokuskan. Terutama saya belum lihat mungkin airport-nya," kata

Jokowi usai meresmikan Masjid Agung Oesman Al Khair di Kecamatan Sukadana, KKU, Sabtu (15/10).

Jokowi menilai konektivitas antarpulau dengan ibu kota provinsi, termasuk bisa langsung terbang dari pulau ke pulau lain, menjadi penting.

"Saya kira penting sekali," imbuh Presiden yang datang ke Sukadana juga dalam rangka Puncak Sail Selat Karimata 2016.

"Oleh sebab itu, kenapa misalnya kayak paling barat utara, Natuna juga ada airport-nya yang runway-nya juga panjang. Kemudian Minggu, tiga hari lagi, kita akan buka bandara di Miangas paling utara. Paling dekat Filipina juga kita akan buka," tegasnya.

Miangas adalah satu di antara pulau yang tergabung dalam gugusan Kepulauan Nanusa yang berbatasan langsung dengan Filipina. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Minggu (16/10/2016).(*) --

Hari Ini Festival Pesona Kapuas 2016

TRIBUN, PONTIANAK -Hari ini Festival Pesona Kapuas 2016 dalam rangka perayaan HUT ke- 245 Kota Pontianak digelar di Tugu Khatulistiwa, Minggu (16/10).

Kegiatan ini kerjasama Pemerintah Kota Pontianak dengan Tribun Pontianak selaku pelaksana kegiatan.

Kegiatan bertajuk Karnaval Khatulistiwa akan menyajikan dua olahraga tradisional Festival Layang Hias dan Festival Kapal Hias.

"Pembukaan akan digelar sekitar pukul 10.00 WIB di Tugu Khatulistiwa juga sekaligus membuka Festival Layang Hias. Besoknya (Selasa,red) baru digelar Festival Kapal Hias," kata Ketua Panitia Pelaksana dari Tribun Pontianak, Nelson Sihombing, Sabtu (15/10).

Kegiatan direncanakan dibuka langsung oleh Asisten 2 Pemerintah Kota Pontianak Herry Hadad.

Selain Layang-layang Hias akan ada berbagai acara lainnya yang akan menghibur masyarakat.

"Untuk perlombaannya direncanakan akan dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kurang lebih ada 30 peserta karena kami menilai kualitas dari peserta juga. Malamnya akan ada hiburan japin hingga selesai acara," tuturnya.

Diakui oleh Nelson pada perayaan kali ini mencoba kembali menghidupkan permainan rakyat yang selalu dimainkan sehari-hari. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Minggu (16/10/2016).(*) --

Kontingen Sekadau Siap Ikut Festival Melayu

SEKADAU, TRIBUN - Sebanyak 102 kontingen dari Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sekadau dilepas keberangkatannya oleh Assisten I Pemkab Sekadau HA Gani, bersama Kapolres Sekadau AKBP Yury Nurhidayat di terminal Lawang Kuari kawasan Pasar Sekadau, Sabtu (15/10) siang.

Kontingen tersebut akan menuju Kota Singkawang, selaku tuan rumah acara Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) XI se-Kalbar.

Sebelumnya, para kontingen diberikan beberapa arahan oleh Assisten I Pemkab dan juga Kapolres Sekadau.

Dalam arahannya, para kontingen diminta untuk menjaga kesehatan, dan menjaga marwah adat budaya, serta agar dapat menyabet gelar juara dalam beberapa ajang perlombaan yang diadakan.

"Kita minta kepada para kontingen tetap menjaga kesehatannya itu hal yang utama, kemudian menjaga marwah adat istiadat Melayu," ujar Gani. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Minggu (16/10/2016).(*) --

Dedikasikan Kemenangan untuk Willian

Leicester City menelan kekalahan keempatnya dari delapan pertandingan musim ini usai tumbang tiga gol tanpa balas di kandang Chelsea. Pada laga yang dihelat di Stamford Bridge, Sabtu (15/10) malam WIB.

Chelsea membuat dua gol di babak pertama lewat Diego Costa dan Eden Hazard. Victor Moses menambah gol di babak kedua.

Chelsea tampil dominan dengan 16 attempts sepanjang 90 menit dengan lima on target.

Sementara Leicester tak punya satupun peluang tepat sasaran dari lima upaya percobaan.

Kekalahan keempat ini, setelah dari Hull City, Manchester United, dan Liverpool, membuat The Foxes terpuruk di posisi ke-13 dengan delapan poin.

Sementara The Blues naik ke posisi kelima dengan 16 poin.

Chelsea mengambil inisiatif serangan sejak menit awal dan langsung menekan pertahanan Leicester.

Satu peluang berbahaya hadir di menit keenam ketika crossing tajam Victor Moses yang membentur pemain Leicester langsung mengarah ke gawang. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Minggu (16/10/2016).(*) --

Bangun Sikap Anti Korupsi

Korupsi sudah menjadi hal yang patut untuk dihindari oleh banyak pihak, termasuk generasi muda. Generasi ini disebut-sebut sebagai generasi yang akan merubah negara ini ke arah yang lebih baik.

Untuk menumbuhkan kesadaran anti korupsi, Gemawan dan Transparency International (TI), didukung oleh berbagai pihak, membuat suatu program khusus untuk melawan korupsi bernama Sekolah Anti Korupsi atau SAKsi.

Sri Haryanti ditunjuk menjadi Kepala SAKsi. SAKsi sendiri merupakan program Gemawan yang mengelola dan mengkoordinir mahasiswa dari perguruan tinggi untuk belajar mengenai korupsi.

Pesertanya pun berasal dari berbagai daerah di Kalbar.

"Sekolah anti korupsi ini ada inclass dan outclass. Di lapangan mempratekkan apa yang sudah didapatkan di kelas," ujarnya.

Ia mengatakan dari data yang pernah ia lihat, beberapa kasus korupsi di Kalbar banyak yang jalan di tempat, artinya masih belum ada perkembangan yang berarti.

Untuk itu, dibutuhkan adanya semangat memerangi korupsi, karena korupsi bukan hanya urusan pemerintah saja.

Ia pun bersyukur, kini sedikit demi sedikit semangat anti korupsi itu sudah mulai tercipta. Anak muda jadi titik awal dari masyarakat yang saat ini keterlibatannya masih sangat kurang. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Minggu (16/10/2016).(*) --

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved