Lima Ribu Rumah Terendam Banjir Setinggi Dua Meter di Sampang Madura
Banjir menggenangi empat kelurahan dan lima desa serta merendam sekitar lima ribu rumah wargaSampang, Madura.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMPANG – Banjir menggenangi empat kelurahan dan lima desa serta merendam sekitar lima ribu rumah warga Sampang, Madura. Ketinggian air mencapai 1 sampai 2 meter.
Sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir terpaksa mengungsikan keluarga, terutama yang berusia lanjut. Mereka memilih ke rumah kerabatnya yang tidak terdampak banjir. Sedang warga yang masih muda masih berjaga-jaga di rumah masing-masing.
Empat kelurahan terendam banjir meliputi Kelurahan Gunung Sekar, Rongtengah, Dalpenang dan Banyuanyar. Begitu juga Desa Tanggumung, Pasean, Panggung, Gunung Maddah dan Kemuning.
Akibat banjir warga tidak hanya kesulitan air bersih, aliran listrik PLN sejak pukul 07.00 WIB padam, karena dikhawatirkan terjadi sesuatu tidak diinginkan.
Sejumlah PNS di Pemkab Sampang yang rumahnya terendambanjir sebagian ke kantor lalu balik pulang. Ada yang tidak masuk, bertahan di rumah masing-masing karena tidak bisa ke luar rumah.
Anang warga Jalan Imam Bonjol mengaku rumahnya dan rumah tetangga sekitar terendam banjir setinggi 1,5 meter. Ia mengungsikan ibunya yang sepuh ke rumah kerabat karena di rumahnya sudah tak memungkinkan.
"Tak ada tempat untuk berlindung, karena rumah penuh perabotan yang kami naikkan. Tempat tidur tidak bisa kami selamatkan, airnya hampi separuh rumah,” ujar Anang kepada Surya, Senin (10/10/2016).
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sampang, Malik Amrullah, mengatakan pihaknya sudah membuat sejumlah posko dan dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir.
"Kami tidak bisa menghitung berapa jumlah (nasi bungkus) yang akan kami berikan, karena petugas kami masih melakukan pendataan di lapangan,” kata Malik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sampang, Wisno Hartono, mengatakan banjir kali ini lebih parah dibanding banjir 15 hari lalu.
“Kami sekarang masih melakukan pendataan, berapa ribu rumah yang terendam banjir,” ujar Wisnu.
Polres Pamekasan memasang rambu peringatan dan pengalihan arus lalu lintas. Warga dari Sumenep dan Pamekasan tujuan Surabaya disarankan melewati jalur utara, karena arus lalu lintas diSampang lumpuh tergenang air.
Rambu pengalihan arus cukup mencolok dipasang di pertigaan Gurem, Jalan Turnojoyo dan di persimpangan Jalan Jokotole, dan Jalan Jingga.
“Kami memasang rambu pengalihan ini untuk membantu masyarakat, agar tidak terjebak banjir,” ujar seorang petugas Satlantas Polres Pamekasan.