Bak Pendekar, Mak Diah Cekik Tetangganya Akibat Terjerat Utang Rentenir
Dari rumah ia membawa kayu yang digunakan untuk memukul kepala korban.
"Sudah sering warga di sini teriak kehilangan setelah Mak Diah ke rumah mereka. Tetapi tak ada bukti, paling hanya kelahi mulut saja, tak sampai ke polisi," ujar seorang warga.
Baca: Duel dengan Pencuri, Satpam Rabo Bank Selamatkan Uang Nasabah Rp 300 Juta
Salimah menimpali sudah kali ketiga Mak Diah masuk ke rumahnya secara tiba-tiba di pagi buta.
Kali ini Salimah merasa sangat dirugikan.
"Kemarin-kemarin dia sempat masuk pagi-pagi buta seperti ini. Saya saja kaget tiba-tiba dia sampai di rumah saya masuk lewat pintu belakang. Memang pintu itu pagi tidak dikunci karena suami saya pergi ke masjid untuk salat Subuh," kata Salimah.
Saat dipergoki pagi buta oleh tuan rumah, Mak Diah berkelit hendak meminjam barang dan kebetulan sedang lewat.
Korban tidak bisa berbuat banyak lantaran tidak ada barang yang hilang sebelumnya.
Informasi beredar Mak Diah terlilit hutang yang ia pinjam dari lintah darat.
Ketika jatuh tempo, Mak Diah nekat memasuki rumah warga dan diam-diam mengambil barang berharga.
"Kalau sudah jatuh tempo, dia pusing sendiri. Saya kenal sama dia, bahkan akrab. Suaminya dulu ketua RT di sini," Salimah melanjutkan ceritanya.
Pascakejadian, keluarga pelaku sempat datang ke rumah korban dan meminta maaf atas kelakuan Mak Diah.
"Tadi anaknya datang, suaminya juga datang. Mereka minta maaf. Saya sudah memaafkan keluarganya, kalau dia (Mak Diah) saya tak maafkan," ujar Salimah.
"Biar saja dia di penjara dulu. Saya dipukul, dicekiknya sampai kayak begini. Bagaimana saya mau memaafkan dia? Biar saja dia dikasih hukuman dulu sama polisi," kata dia.
Menurut warga, anak-anak Mak Diah sudah sukses dan semuanya bekerja. Ada yang bekerja di Pemkot Batam dan ada juga yang bekerja di Perusahaan.
"Katanya ada juga anaknya yang sudah jadi manager, di Pemkot Batam juga ada. Enggak tahulah, kok Mak Diah bisa seperti ini," sambung Salimah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/mak-diah_20161009_182800.jpg)