Konsultasi Karier

Bos Tak Didengar Karyawan

Terlepas dari apakah pendapat atau persepsi tentang Anda itu benar ataupun salah, namun selaku atasan tetap harus mencari alasan perilaku karyawan...

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFIILE/IST
Ilustrasi 

Salam optimis pak. Bagaimana caranya agar omongan saya di dengar oleh karyawan yang selama ini ternyata membicarakan saya di belakang. Padahal rasanya saya sudah maksimal memberikan yang terbaik bagi karyawan saya. Apakah ada yang salah dengan saya? Atau mungkin karyawan saya yang terlalu banyak menuntut? Sulistya (27) Pontianak

Jawaban: 

Salam optimis buat Anda. Iklim kerja yang Anda alami memang sering terjadi, dimana karyawan atau staf lebih berani membicarakan atasannya di belakang ketimbang berterus terang.

Mereka melakukan ini sudah barang tentu mempunyai alasan sendiri berkenaan dengan rasa ketidakpuasan atau ketidaksesuaian antara apa yang dikehendaki dengan kenyataan yang ada.

Terlepas dari apakah pendapat atau persepsi tentang Anda itu benar ataupun salah, namun selaku atasan tetap harus mencari alasan perilaku karyawan Anda tersebut.

Anda telah maksimal memberikan yang terbaik bagi karyawan merupakan hal yang terpuji.

Selanjutnya perlu dievaluasi apakah yang Anda lakukan sudah menyentuh "need" (kebutuhan mereka).

Walau cukup sulit untuk memenuhi semua kebutuhan karyawanan secara penuh dikarenakan dalam lembaga tempat kita bekerja ada regulasi yang mengaturnya.

Sebagai tip untuk merubah perilaku karyawan agar mereka bersedia berterus terang kepada atasannya perlu dijalin hubungan yang harmonis, syarat pertamanya adalah harus mampu saling terbuka dan mampu menerima feed back (umpan balik).

Iklim ini bisa Anda bangun dengan misalnya melakukan morning seassion (pertemuan di pagi hari) sebelum aktifitas kantor dimulal.

Dalam sesi ini lakukan evaluasi kinerja hari-hari sebelumnya, dan diminta untuk semua yang hadir mengemukakan pendapat, umpan balik, argumanteasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan.

Anda selaku atasan siap menjadi pendengar yang baik. Karena itu adalah feed back tidak perlu disanggah atau ditanggapi dengan segera, demikian juga Anda bisa memberikan umpan balik kepada karyawan.

Ini akan efektif apabila diawalnya dibuat komitmen atau rambu-rambu proses pertemuannya.

Hal ini bisa dilakukan secara berkala, dan dijadikan budaya di tempat Anda bekerja.

Harapnnya dengan demikian tidak ada lagi gossip di belakang karena sudah dilatih untuk saling terbuka dan mampu memberi dan menerima feed back. Jika sulit untuk melakukannya sendiri Anda boleh mengundang fasilitator yang memang piawai di bidangnya sebagai mediator.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved