Ini Berita Kalbar Yang Terbit Kamis

"Korban dianiaya karena cemburu dengan istrinya tersebut. Kemudian terjadi perselisihan," kata Donny Charles Go kepada Tribun, Rabu (28/9/2016).

Editor: Hasyim Ashari
TRIBUNPONTIANAK/HENDRI CHORNELIUS
Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go 

"Saya terharu dan sangat tidak percaya. Inilah hasil perjuangan dan pemberian dari Allah SWT," kata Novianyanti kepada Tribun. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (28/9/2016).(*) --

Poliplant Sejahtera Raih Sertifikasi RSPO

PONTIANAK, TRIBUN - Perkebunan kelapa sawit PT Poliplant Sejahtera (PSA) milik Cargill di Kalimantan Barat meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), belum lama ini.

Ini merupakan sertifikat RSPO pertama untuk pabrik dan estate di Poliplant Group.

Sertifikasi ini meliputi Pabrik Siriham milik PSA dan 4.005 hektare lahan inti.

Selain itu, 7.500 hektar lahan petani plasma, yang dikelola oleh tujuh koperasi yang merupakan bagian dari Program PIR-Trans, siap untuk meraih sertifikasi yang sama di tahun 2017.

Setelah meraih sertifikasi RSPO, Cargill dapat membeli tandan buah segar yang diproduksi secara berkelanjutan dan bersertifikat RSPO dari para petani plasma tersebut.

John Hartmann, Chief Executive Officer, Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd, mengatakan kesejahteraan masyarakat, karyawan dan lingkungan merupakan hal paling penting bagi Cargill. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Rabu (28/9/2016).(*) --

Menkes Apresiasi Gubernur Kalbar

PONTIANAK, TRIBUN - Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, mengatakan harus ada kerjasama yang kuat untuk mengatasi virus rabies.

Dia menilai Gubernur Kalbar, Cornelis, mempunyai komitmen tinggi terhadap pemberantasan rabies, untuk menuju Indonesia bebas rabies pada tahun 2020 nanti.

"Gubernur Kalbar selalu berkoordinasi dengan kami (Kemenkes) mengenai adanya manusia yang digigit. Dan kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, untuk memberi vaksin pada hewannya," ujar Nila, pada acara peringatan Hari Rabies Sedunia yang dipusatkan di Kalbar, di Hotel Mercure Pontianak, Rabu (28/9/2016).

Menkes sangat mengapresiasi gubernur Kalbar, terlebih adanya proram dokter cilik yang ditugaskan kepada sekolah-sekolah, dan imbauan langsung dari gubernur untuk berhati-hati terhadap anjing.

Dikatakannya juga, ditetapkannya status KLB di Kalbar karena dulunya di Kalbar bebas rabies.

Menkes menuturkan rencana akan menminta PT Kimia Farma, untuk memproduksi vaksin rabies lagi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved